Catatan untuk Masa lalu, Sekarang dan Masa yang akan Datang

Dulu, Aku terbiasa untuk menuliskan surat padamu Surat yang tidak pernah aku alamatkan dan aku kirimkan Dulu, Setiap rinduku mengartikan dirimu Setiap senyum sendiriku semburat khayal tentangmu Setiap liukan tulisanku berarti memikirkanmu Dulu, Dulu sekali ketika semuanya belum seperti saat ini. ... Saat ini, Aku sudah tidak terbiasa untuk menuliskan surat padamu Aku sudah lama [...]

Iklan

R

Rajin Rajin Rajin Rajin Rajin                      Rajin Rajin Rajin Rajin Rajin Rajin    Rajin Rajin           Rajin Rajin                  Rajin   Sahabat saya bertanya, "Mengapa tidak diawali dengan huruf, A ?". Jawaban saya sederhana sana, "Karena saya tidak sedang berpikir mengenai A". R salah satu huruf yang membuat saya galau setengah mati. R mengingatkan saya pada [...]

SEPI: Sebuah Perkara

Sepi Aku yang kesepian. Aku yang mengubur luka Aku yang mengubur duka dalam Aku yang berdiam dalam kegelapan Menghilangkan diri dan tidak mau berhenti. Aku benci ditinggalkan dan aku benci perpisahan Aku yang diam karena tidak mampu untuk berbuat apa-apa. Aku yang ingin sekali menghilang dan pergi diam Aku yang kehilangan hatiku kehilanganmu Aku yang [...]

Untuk mimpi-mimpi sesudahnya

Sudah lama Ketika aku menghitung satu demi satu hari ketika aku meninggalkanmu Ketika aku memutuskan untuk tidak memikirkan tentangmu Tentang masa depan yang ada dirimu Tentang mimpi-mimpi yang ada tentangmu Sudah lama Ketika mimpi-mimpi itu datang lagi Ketika harapan-harapan masa depan itu datang lagi Ketika pemikiran-pemikiran tentangmu datang lagi Ketika aku pelan-pelan mendekatimu lagi Saat [...]

Membenci lalu Mencintai

Aku membencimu Membencimu karena kamu   Aku membenci kita Membenci kita karena kita   Aku membenci aku Membenci aku karena aku   Aku membencimu, aku membenci kita, aku membenci aku Aku membancimu, kita dan aku Kamu, kita dan aku   Membencimu karena kamu Membenci kita karena kita Membanci aku karena aku   Membencimu, membenci kita, [...]

DIA

Seperti kutuk aku jatuh dibawah kakinya Entah seberapa jauh aku berlari Entah seberapa lama aku pergi Aku selalu kembali kepadanya seperti metronome Mengayun datang dan pergi, lalu datang lagi dan demikian seterusnya … Aku lelah Dia pun sudah lelah Lelah dengan semua yang aku lakukan pada Dia Lelah dengan semua yang Dia lakukan padaku … [...]

Bebaskan ‘Dia’

Lepas! Lepaskan saja Dia! Lepaskan saja Dia pergi Jangan ! Jangan kau halangi kemana kakinya membawa Dia pergi Jangan ! Jangan kau sumbat telinganya untuk harapan, cita-cita dan masa depannya ... Lepas ! Lepaskan saja Dia! Lepaskan saja Dia pergi Jangan ! Jangan kau halangi, Kemana hatinya membawa impiannya Jangan! Jangan kau butakan harapannya ... [...]