Jiwanya yang ‘kosong’

Disuatu senja, saya dan sahabat saya sedang sibuk mengerjakan tugas kuliah yang diberikan kepada kami. Sahabat saya ini duduk gelisah dan membuat saya tidak nyaman melihatnya. “Ada apa ? ” tanya saya penasaran. “Beberapa hari ini, saya menyelesaikan hidup saya dengan ‘berlibur’ dan berinteraksi dengan orang lain, tapi saya belum juga merasa ‘puas’ dan merasa … Lanjutkan membaca Jiwanya yang ‘kosong’

Sederhana yang kaya

Suatu waktu, sahabat saya berkata kepada saya, “Ini adalah keadaan yang aneh bagi saya secara pribadi, saya dalam keadaan tidak memiliki apa-apa dan dalam keadaan sangat sangat-sangat miskin. Tapi, entah mengapa saya merasa kaya dan saya merasa sangat beruntung!“ Saya tidak kaget ketika sahabat saya mengatakan hal ini, karena saya memang tahu dan saya mengenal … Lanjutkan membaca Sederhana yang kaya

Hidup bersama

Hidup bersama disini, bukan berarti tinggal satu atap dengan gender yang berbeda. Tapi, hidup dibawah satu atap bersama dengan sesama jenis kelamin. Memutuskan untuk hidup dan tinggal bersama dalam naungan satu atap adalah hal yang sangat sensitif. Sensitif dalam artian, merombak ke-egoisan pribadi dan bersedia untuk ‘sharing’ segala hal. Kadang, tidak ada tempat untuk meletakkan … Lanjutkan membaca Hidup bersama

Menahan hantaman stress

Secara bertubi-tubi saya digempur dengan stressor dalam beberapa waktu ini. Saya terus bertanya kepada diri saya sendiri, sampai kapankah saya akan bertahan?. Jawaban saya, ‘let me see’ yang kurang lebih berarti menantang diri saya sendiri untuk melihat seberapa hebat saya. Stressor kebanyakan adalah hal yang tidak diinginkan oleh individu dimana stressor itu hidup dan tumbuh. … Lanjutkan membaca Menahan hantaman stress

Bersyukur

Bersyukur adalah tindakan sederhana untuk memberikan kembali kepada Sang Pemberi Hidup apa yang menjadi Hak-Nya. Tentu saja itu adalah definisi yang saya formulasikan sendiri berdasarkan pengalaman saya pribadi. Hari ini, saya menghadiri kuliah pakar selama satu jam lebih yang diadakan oleh sebuah Bank terkemuka di Asia. Pembicara berasal dari Indonesia dan tiada lain dan tidak … Lanjutkan membaca Bersyukur

Setelah Badai Berakhir

Setelah memaksakan diri untuk tidak nyenyak tidur lebih dari 48 Jam, Saya akhirnya mencapai batas dan memutuskan untuk mengistirahatkan badan ini. Bangun karena perut yang keroncongan, saya memutuskan untuk memanaskan nasi dan menggoreng satu Butir telur. Bagi saya, ini adalah reward yang pantas untuk kerja keras dan juga semangat untuk mengakhiri penderitaan akibat di ‘torture’ … Lanjutkan membaca Setelah Badai Berakhir

Meningkatkan kualitas hari Libur

Bagi saya dan sahabat saya, hari minggu adalah hari libur. Hari dimana kami memutuskan untuk mengistirahatkan badan dan menikmati hari. Sahabat saya, memilih untuk melakukan petualangan dan jalan ketempat baru. Sedangkan saya, sebaliknya lebih memilih untuk melakukan sesuatu yang menarik dengan laptop saya dan juga jaringan internet bebas hambatan di area tempat tinggal kami. Hari … Lanjutkan membaca Meningkatkan kualitas hari Libur