Pemuda ber-kemeja Biru

Seiingatku, biru bukan warna yang kusukai. Biru sesuai kata orang melambangkan keluasan hati, kedamaian batin dan kemurnian cinta. Tapi, aku lebih memilih hitam, yang menutupi dan menyembunyikan semuanya, yang lahir dan mati dengan ketiadaannya. Suatu hari, selepas bertatap muka dengan sang pencipta di Bait-Nya, seorang pemuda berbaju biru berdiri di pintu. Perbatasan antara kebaikan dan … Lanjutkan membaca Pemuda ber-kemeja Biru

Gelar Sarjana Keperawatan dan Profesi

Suatu hari beberapa mahasiswa/i keperawatan mendatangi saya dan bertanya apakah mereka harus melanjutkan pendidikan sarjana keperawatan yang sudah mereka peroleh dengan pendidikan profesi/Ners atau tidak. Pertanyaan ini bagi saya adalah hal yang sangat menarik untuk diperbincangkan mengingat perbedaan pendidikan keperawatan antara Indonesia dan negara-negara lain. Pendidikan keperawatan di Indonesia mungkin pendidikan dengan gelar yang bisa … Lanjutkan membaca Gelar Sarjana Keperawatan dan Profesi

Antara Aku dan Kesunyian

  Malam sudah lewat Menyisakan hari yang siap untuk menyambut mentari Dingin dicampur dengan hujan rintik-rintik kecil Gelisah aku saat itu Sunyi tiba-tiba membuatku takut Sunyi membuatku terasing dan jauh Kulayangkan lamunanku pada gambar-gambar tidak beraturan didalam kepalaku Muncul warna-warni yang maya dan menipu Cukup untuk menghilangkan sepi dan membuatnya menjauh Ah, gumam dalam hatiku … Lanjutkan membaca Antara Aku dan Kesunyian

Jatuh pada CINTA

Saya memiliki seorang sahabat yang bisa dibilaang sangat dekat dengan saya. Suatu ketika Ia meminta saya untuk menemaninya jalan dan Ia mulai menceritakan kisahnya. Itu terjadi lebih dari 5 tahun yang lalu. Setelah lima tahun berlalu, Ia akhirnya mengizinkan saya untuk menuliskan kisahnya. Bagi saya, kisah jatuh cinta adalah kisah yang sangat menarik untuk dibahas … Lanjutkan membaca Jatuh pada CINTA

Kembali

Rasa lelah dimataku memang tidak sebanding dengan penuhnya rasa bahagia untuk kembali ke tanah air dan mengabdi untuk beberapa waktu mengisi libur yang tidak juga panjang ini. Hal yang paling membahagiakan adalah bertemu dengan orang tua dan juga saudara-saudari di kampung. Selanjutnya adalah teman-teman seperjuangan sebelumnya. Bangga melihat mereka tumbuh dengan baik dan sukses saat … Lanjutkan membaca Kembali

Bermain petak umpet dengan Tuhan

Tuhan, Penyesalanku selalu sama, Terlambat untuk menyadari bahwa sesungguhnya Engkau sudah dan sedang bekerja saat ini. Penyesalanku adalah karena aku tidak terlalu peka dan enggan untuk membuka hati dan membiarkanMu masuk dan mengambil alih kehidupanku. Penyesalanku adalah karena aku yang kurang sabar, kurang percaya dan kurang Iman. Tapi, Tuhan‚Ķ Untuk yang kesekian kalinya dan tiada … Lanjutkan membaca Bermain petak umpet dengan Tuhan