Dosen dan Produk Pemikirannya

Seorang mahasiswa keperawatan bertanya pada saya, “Kak, seorang dosen yang tidak bisa menulis apakah bisa disebut sebagai seorang dosen?”. Karena kaget dan juga binggung dengan maksud pertanyaan mahasiwa ini, maka saya bertanya untuk lebih detail. “Maksudnya apa ya?” Karena melihat betapa tertariknya saya (mungkin) dengan pertanyaan yang baru saja Ia tanyakan pada saya maka Ia … Lanjutkan membaca Dosen dan Produk Pemikirannya

Politik Usil di Pemilihan Kepada Desa

Ada yang menarik di pemilihan kepada desa tahun ini (Setidaknya bagi saya). Entah kenapa antusiasme bakal calon kepala desa sangat terasa di Desa tempat asal saja jika dibandingkan dengan pemilihan kepala desa sebelumnya. Beberapa bakal calon kepala desa berusaha sekuat tenaga dengan jurus-jurus memikat hati rakyat yang sangat menarik untuk di amati. Sayangnya memang, saya … Lanjutkan membaca Politik Usil di Pemilihan Kepada Desa

Hati yang rela untuk mendengarkan

Beberapa waktu ini, saya disibukkan dengan jadwal terapi yang tidak beraturan. Banyak klien yang datang dan meminta waktu spontan untuk hanya sekedar berbicara. Sebagai seorang perawat, apalagi dengan spesialisasi keperawatan jiwa (Maaf, setelah membaca ulang, kalimat ini nampaknya sangat sombong). Saya sadar betul bahwa waktu untuk duduk dan mendengarkan adalah terapi yang sangat berharga untuk … Lanjutkan membaca Hati yang rela untuk mendengarkan

Gelar Sarjana Keperawatan dan Profesi

Suatu hari beberapa mahasiswa/i keperawatan mendatangi saya dan bertanya apakah mereka harus melanjutkan pendidikan sarjana keperawatan yang sudah mereka peroleh dengan pendidikan profesi/Ners atau tidak. Pertanyaan ini bagi saya adalah hal yang sangat menarik untuk diperbincangkan mengingat perbedaan pendidikan keperawatan antara Indonesia dan negara-negara lain. Pendidikan keperawatan di Indonesia mungkin pendidikan dengan gelar yang bisa … Lanjutkan membaca Gelar Sarjana Keperawatan dan Profesi

Merajut tenun Kebhinekaan dari negeri seberang

Beberapa hari yang lalu, tepat pada Hari Kebangkitan Nasional 20 Mei 2017, saya bersama teman-teman warga negara Indonesia yang berada di Manila-Filipina merayakan secara bersama-sama hari yang bersejarah ini. Tidak banyak jumlah kami, tapi syukurlah kami bisa saling bertatap muka sambil melakukan upacara bendera sederhana, menyanyikan lagu-lagu perjuangan dan sekaligus meresapi kembali Pancasila dan  Undang-undang … Lanjutkan membaca Merajut tenun Kebhinekaan dari negeri seberang

Seminar wajib ? (What ??)

Seorang sahabat saya menceritakan kisahnya di telpon siang ini. Lama tidak terdengar kabarnya, saya berharap agar Ia membawakan saya sebuah kabar yang baik dan mententramkan jiwa. Tapi, yang saya peroleh siang ini adalah perasaan tidak nyaman karena kepedulian saya terhadap sahabat saya ini yang ‘malang’ nasipnya, dari sudut pandang saya. Sahabat saya ini bercerita bahwa … Lanjutkan membaca Seminar wajib ? (What ??)