SEPI: Sebuah Perkara

Sepi Aku yang kesepian. Aku yang mengubur luka Aku yang mengubur duka dalam Aku yang berdiam dalam kegelapan Menghilangkan diri dan tidak mau berhenti. Aku benci ditinggalkan dan aku benci perpisahan Aku yang diam karena tidak mampu untuk berbuat apa-apa. Aku yang ingin sekali menghilang dan pergi diam Aku yang kehilangan hatiku kehilanganmu Aku yang… Continue reading SEPI: Sebuah Perkara

Iklan

Untuk mimpi-mimpi sesudahnya

Sudah lama Ketika aku menghitung satu demi satu hari ketika aku meninggalkanmu Ketika aku memutuskan untuk tidak memikirkan tentangmu Tentang masa depan yang ada dirimu Tentang mimpi-mimpi yang ada tentangmu Sudah lama Ketika mimpi-mimpi itu datang lagi Ketika harapan-harapan masa depan itu datang lagi Ketika pemikiran-pemikiran tentangmu datang lagi Ketika aku pelan-pelan mendekatimu lagi Saat… Continue reading Untuk mimpi-mimpi sesudahnya

Membenci lalu Mencintai

Aku membencimu Membencimu karena kamu   Aku membenci kita Membenci kita karena kita   Aku membenci aku Membenci aku karena aku   Aku membencimu, aku membenci kita, aku membenci aku Aku membancimu, kita dan aku Kamu, kita dan aku   Membencimu karena kamu Membenci kita karena kita Membanci aku karena aku   Membencimu, membenci kita,… Continue reading Membenci lalu Mencintai

Obrolin’s Monthly Challenge: September Abu-abu

Seharusnya tulisan ini ku terbitkan saat proses pergantian bulan beberapa waktu yang lalu. Tapi, karena berat hati untuk menerbitkannya dan perasaan tidak puas yang lebih tajam dibandingkan klik 'publish', maka terjadilah keterlambatan ini. Tema menulis bulan ini adalah September yang membahagiakan. Jujur, sulit untuk menjawab tantangan ini karena bulan ini adalah bulan penuh warna abu-abu.… Continue reading Obrolin’s Monthly Challenge: September Abu-abu

Antara Aku, Cinta dan Ruang Kosong diantara Kami

Tidak banyak orang yang akan menyangkal pernyataan yang menyatakan bahwa “Cinta adalah energi besar dimuka bumi yang mampu merubah bentuk suatu benda atau sifat”. Mau tidak mau, suka tidak suka kita hadir ke dalam dunia inipun terjadi karena energi besar yang dinamakan cinta. Cinta adalah energi untuk menciptakan! Setidaknya demikian. Mungkin, oleh karena inilah banyak… Continue reading Antara Aku, Cinta dan Ruang Kosong diantara Kami

Antara Aku dan Kesunyian

  Malam sudah lewat Menyisakan hari yang siap untuk menyambut mentari Dingin dicampur dengan hujan rintik-rintik kecil Gelisah aku saat itu Sunyi tiba-tiba membuatku takut Sunyi membuatku terasing dan jauh Kulayangkan lamunanku pada gambar-gambar tidak beraturan didalam kepalaku Muncul warna-warni yang maya dan menipu Cukup untuk menghilangkan sepi dan membuatnya menjauh Ah, gumam dalam hatiku… Continue reading Antara Aku dan Kesunyian

Seminar wajib ? (What ??)

Seorang sahabat saya menceritakan kisahnya di telpon siang ini. Lama tidak terdengar kabarnya, saya berharap agar Ia membawakan saya sebuah kabar yang baik dan mententramkan jiwa. Tapi, yang saya peroleh siang ini adalah perasaan tidak nyaman karena kepedulian saya terhadap sahabat saya ini yang 'malang' nasipnya, dari sudut pandang saya. Sahabat saya ini bercerita bahwa… Continue reading Seminar wajib ? (What ??)

Bebaskan ‘Dia’

Lepas! Lepaskan saja Dia! Lepaskan saja Dia pergi Jangan ! Jangan kau halangi kemana kakinya membawa Dia pergi Jangan ! Jangan kau sumbat telinganya untuk harapan, cita-cita dan masa depannya ... Lepas ! Lepaskan saja Dia! Lepaskan saja Dia pergi Jangan ! Jangan kau halangi, Kemana hatinya membawa impiannya Jangan! Jangan kau butakan harapannya ...… Continue reading Bebaskan ‘Dia’

Hitam

Ada alasan mengapa saya menyukai warna hitam, kata sahabat saya suatu ketika. Saya tidak memberikan komentar apa-apa kala itu dan bersedia mendengarkan kelanjutan kalimatnya dengan sabar. " Pertama dan yang utama adalah karena warna hitam itu tidak kasat mata" Katanya. "Warna hitam, menunjukkan bahwa si pengguna tidak suka menonjolkan dirinya, Ia ingin agar keberadaannya tidak… Continue reading Hitam