Dosen dan Produk Pemikirannya

20 pemikiran pada “Dosen dan Produk Pemikirannya”

    1. Ia, setuju. Memang harusnya demikian, karena bagaimana kita tahu kalau Ia adalah dosen yang baik, dosen yang tersertifikasi kalau tidak ada produk yang dihasilkannya (Berupa tulisan, mungkin). Tapi ya…sudahlah…hahahaha

      Disukai oleh 1 orang

    1. Ia, Setuju Mas Shiq4. Tapi memang kalau kita lihat lagi ke lapangannya, masih jauh dari harapan. Dosen atau yang menyebut dan disebut dosen sejauh ini masih miskin karya tulis. Jarang menulis, kesimpulannya. Memang tidak bisa di generalisasi secara keseluruhan, tapi ya bgitulah. Dan inilah yang menjadi salah satu kecemasan dari mahasiswa ini.

      Disukai oleh 1 orang

  1. Ayu lg sngaja gak tertarik atau gmn nih? Kasian tu mhs tingkat prtma gak terpuaskan…

    Dan, maaf, tbakan sya, kyaknya mhs ini suka nulis, btul gak? Klau gak, sy makin bingung, ngapain dia ngjak Ayu diskusi ttg topik itu smntra dia juga gak suka nulis, minimal blog.
    Gmn Yu? Ap sy yg slh persepsi lg? Haha…

    Disukai oleh 1 orang

    1. Kalau boleh jujur, bukannya tidak mau tertarik atau bagaimana. Hanya saja masalah yang kami bahas ini sudah menjadi masalah universal yang sudah terlalu banyak cara penyelesaiannya dan masih minim implementasi tindakan, evaluasi dan tindak lanjut. Kalau berkaca dari pengalaman Ayu di Indonesia juga demikian, jadi susah juga untuk membahasnya. Tidak bisa dipungkiri kalau kebanyakan dosen-dosen sekarang miskin karya tulis, syukurlah kalau ada blog atau minimalnya menulis di media sosial. Pendidikan tinggi saat ini (Terutama keperawatan) masih banyak di fokuskan pada aktifitas mengajar tatap muka, kegiatan kelas. Tapi dosen sendiri jarang kedengaran kabarnya soal menulis. Coba cari, ada berapa dosen keperawatan yang ‘aktif’ menulis di Indonesia. Ada sih…tapi ya, satu-dua, satu-dua dan kebanyakan terkonsentrasi pada tempat atau wilayah tertentu. Nah, karena ni mahasiswa bukan orang Indonesia, jadi Ayu agak gimana gitu juga mau membahasnya. Soalnya memang masih tidak tahu banyak.

      Ia, benar sekali, Kak. Mahasiswa ini memang suka menulis, tapi memang sayangnya bukan blog. Tapi, memang suka protes kak…hahahahaha. Protes dalam istilah Ayu, tapi orang lain mengatakan kalau dia kritis.

      Suka

      1. O gitu, trnyta universal ya, mkin bingung lg sy..dosen mestinya nulis lah, aplgi yg dari luar ngeri. Sy mau naik pangkat dari IIIB ke IIIC aj harus nulis, bikin PTK.

        Rupanya si mhswa tmnmu di Filipina ya..kirain crta di Indonesia.

        Suka

      2. Hahahaha… Ia Kak, ini mahasiswa ketemu tidak sengaja beberapa waktu lalu. Memang anaknya suka ngobrol. Beberapa kali ketemu di rumah sakit obrolannya tidak jauh-jauh dari hal seperti ini. Ayu rasa, Asik aja untuk di tuangkan dalam tulisan seperti ini.

        Ia, Kalau setahu Ayu, di Indonesia, untuk bisa naik jabatan untuk dosen terutama, dari pangkat tidak ada ke asisten ahli, lalu ke lektor, setidaknya harus bisa mempublikasi sesuatu setidaknya satu judul penelitian, karya tulis dalam bentuk buku dan melakukan beberapa pengabdian masyarakat. Entahlah…
        Kalau untuk perawat, apalagi swasta. Kita harus banyak-banyak ikut pelatihan, seminar tapi juga harus ada kompetensi menulis. Itu penting sekali.
        Hahahaha…makanya, jadi binggung juga mau ngomong dan membahas dari mana Kak,..

        Suka

      1. Ia, perawat jiwa mengambil jurusan ilmu keperawatan jiwa. Perawatan jiwa juga belajar ilmu psiko atau psikologi tapi bukan lulus sebagai psikolog. Standar dan juga kompetensi kita berbeda.
        Kalau ditanya intervensi, Ya kami mengerjakan asuhan keperawatan jiwa untuk klien-klien dengan gangguan mental bekerjasama dengan psikolog dan juga psikiater.
        Terima kaish kembali.

        Suka

      2. Mmmmm menarik sekali kak…
        Selamat bertugas di Manila kak, sambil berbagi ilmu dan pengalamannya selama mengabdi dan menjalankan tugas di sana

        Suka

    1. Luar biasa! Tolong pupuk terus dan wujudkan cita-cita mulia demikian. Ada banyak orang yang ingin menjadi dosen, tapi tidak banyak orang yang bisa menjadi dosen yang baik dan membuat mahasiswa/i-nya selalu mengenangnya dengan baik ketika mata kuliahnya disebut.
      Saya dukung! Semangat !

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s