MAHAL

21 pemikiran pada “MAHAL”

    1. Syukurlah kalau ‘mahal’ sudah menjadi kawan. Artinya bukan lawan dan masyarakat sudah terbiasa.
      Soal Bensin, Ayu pernah dengar kalau memang pemerintah mengalihkan subsidi BBM di beberapa wilayah di Indonesia untuk dipergunakan sebagai biaya pembangunan bagi daerah lain yang tertinggal, seperti di Papua. Ayu tidak akan keberatan kalau hal demikian terjadi, ya…semoga hasil subsidinya tidak di korupsi saja. Pasti sakit lah rasanya…hehehehe.

      Sukses terus di sana, Kak.

      Disukai oleh 1 orang

  1. Ya …tak ada yang gratis di dunia ini,semua serba dibayar.
    dan yang paling mahal harganya ya kesehatan kita sendiri, tapi terkakadang kita lupa bahwa sehat itu mahal.
    smg kita selalu sehat ya mbak, shg tidak semakin merasa mahal hidup di dunia ini. Aamiin..

    Disukai oleh 2 orang

    1. Banyak Mas Diptra, Ini adalah beberapanya:
      1) Mata
      2) Payung ( Dalam Bahasa Tagalog, Payong. Beda ‘o’ dan ‘u’ )
      3) Hidung ( Dalam Bahasa Tagalog, Ilung. Sedikit mirip)
      4) Aku ( Dalam Bahasa Tagalog, Ako. Beda ‘o’ dan ‘u’).
      5) Empat ( Dalam Bahasa Tagalog, Apat. Mirip dikit).
      6) Pintu ( Dalam Bahasa Tagalog, Pinto. Beda ‘o’ dan ‘u’)
      7) Murah ( Dalam Bahasa Tagalog, Mura. Tanpa ‘h’)
      8) Mangga.
      9) Anak
      10) Salah ( Dalam Bahasa Tagalog, Sala. Tanpa ‘h’)

      Dan masih banyak lagi. Perbedaan mencolok adalah pada penggunaan huruf ‘o’ dan ‘u’. Tagalog kebanyakan menggunakan huruf ‘o’. Mungkin karena letak geografis dan juga sejarah nenek moyangnya maka bahasa Tagalog banyak kemiripan dengan Bahasa Indonesia dan melayu. Menurut salah satu teman saya (Saya belum konfirmasi kebenarannya) , nenak moyang mereka berasal dari tanah Borneo atau Kalimantan.

      Hehehehe…Demikian Mas..

      Disukai oleh 1 orang

      1. Ia Kalau soal penampakan, physical features, orang Filipina memang sangat mirip dengan orang Kalimantan. Waktu Ayu masih awal-awal disini, selalu di bilang orang asli ini (Padahal bukan..hiks).

        Disukai oleh 2 orang

      2. hihi saya kalo ke Filipina jangan-jangan dikira orang sana juga. Soalnya seperempat bagianku mengalir darah Borneo. Pas ke Banjarmasin pekan lalu juga saya dikirain orang asli Banjar.

        Disukai oleh 1 orang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s