Pemuda ber-kemeja Biru

7 pemikiran pada “Pemuda ber-kemeja Biru”

      1. Yang judulnya, “Saat kita telanjang”.
        Dulu, Ayu punya satu tulisan yang judulnya hampir sama, “Telanjang” tapi, tidak berani untuk di publikasi disini, karena takut menimbulkan makna yang berbeda..hehehehe.

        Disukai oleh 1 orang

      2. Well, Semiolog dan Kritikus Sastra Roland Barthes pernah berdalil bahwa di Dunia Publisitas, teks (konsep konsep dan teori teori sosial dan humaniora)tak punnya tempat berlindung yang pasti nan nyaman. Teks menentukan nasibnnya sendiri.
        Lalu dalam esainya tentang The Death of the Author pernah bilang bahwa saat sebuah karya dipublikasikan penulisnya telah “mati” dan kematian penulis adalah kelahiran pembaca karena pembaca bebas menginterpretasi sebuah tulisan sesuai keinginannya tanpa dibatasi oleh keinginan penulis. (penulis telah mati). Pembahasan ini memang sangat panjang tetapi setidaknya saya menjelaskan intisarinya saja…

        Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s