Gelar Sarjana Keperawatan dan Profesi

17 pemikiran pada “Gelar Sarjana Keperawatan dan Profesi”

      1. Yang ambil sarjana πŸŽ“ banyak yang menyesal, karena taunya bisa langsung buat cari kerja. Mending ambil D3, lulus πŸŽ“ bisa untuk kerja, mau lanjut S1 juga bisa

        Disukai oleh 1 orang

      2. Benar Kang, Banyak teman-teman yang memiliki pemikiran seperti ini. Tapi, kembali lagi, Hidup adalah pilihan. Memilih lalu bertanggungjawab dengan pilihan yang diambil dan selalu ada pengalaman yang bisa di bagikan disetiap jalannya.

        Suka

    1. Ia benar sekali Kang,…DIII juga ada uji kompetensinya. Pas lulus, gaji yang diperoleh bahkan tidak bisa dibilang sepadan dengan biaya seluruh perjalanan pendidikan.

      Luar biasa ya…hehehehe

      Suka

      1. Untuk seorang perawat, terutama di Indonesia, kita dibagi menjadi dua kelompok dengan kemampuan Vokasi dan profesional. Perawat Vokasional adalah mereka dengan gelar DIII dan profesional dengan gelar sarjana keperawatan profesi (S.Kep.,Ners). Masing-masing perawat ini, akan diujikan sesuai dengan kompetensinya masing-masing.
        Kalau dalam rumpun ilmu keperawatan, perawat itu adalah profesi, kalau di Indonesia, program profesi keperawatan dibedakan dengan program pendidikan akademiknya.
        Rumah sakit akan membuka lowongan pekerjaan sesuai dengan tenaga kerja mana yang mereka inginkan, bisa d3 atau sarjana profesi. Kalau mengambil pendidikan sarjana, harus lengkap dengan ‘Ners’ atau pernah mengambil pendidikan profesi. Kalau hanya S.Kep (Sarjana keperawatan) saja, biasanya diletakkan di bagian administrasi atau manajemen, karena pengalaman praktik yang masih di-asumsikan minim. Tapi, tentu saja ini tergantung dengan riwayat kerja si perawat itu sendiri dan juga kebutuhan rumah sakit.

        Demikian,..semoga bisa membantu.

        Disukai oleh 1 orang

    1. Jika merunut sejarahnya, ilmu keperawatan di Indonesia berkembang dengan dinamika yang lumayan kompleks. Pendidikan sarjana pertama di buka di Universitas Indonesia pada tahun1985 dan sekaligus pengesahan kurikulum pendidikan tenaga keperawatan jenjang S1. Kalau tidak salah, saat itu gelarnya masih berbentuk S.Kp. Tidak seperti sekarang yang sudah berubah menjadi S.Kep. Kurikulum pendidikan Ners sendiri di tetapkan pada tahun 1995. Tapi pada sat itu, gelar Ners sendiri masih belum familiar. Gelar ‘Ners’ itu sendiri merupakan implementasi dari SK Menkes No. 647 tentang Registrasi dan Praktik Perawat sebagai regulasi praktik keperawatan pada tahun 2000. Penggunaan gelar Ners itu sendiri tidak jelas kapan mulai ‘booming’, kalau di Kalimantan sendiri, baru sekitar tahun 2003an menjadi populer. Waktu masih pendidikn sarjana, binggung banget dengan keberadaan gelar seorang perawat waktu itu, sampai saat inipun masih sama hahahahaha

      Demikian Bu,..semoga membantu ya..atau mungkin menjadi lebih binggung.

      Disukai oleh 1 orang

      1. Waduh, terimaksih banyak penjelasannya yg komplit mbak.
        Btw, sy kemarin menominasikan mbk Ayu juga atas postingan sy Sunshine Bloger Award sbg jawaban dr postingan mas desfortin, mhn maaf kalau kurang berkenan,

        Disukai oleh 1 orang

      2. Terima kasih kembali, Bu.
        Oh ya ?, Wah…Ayu sepertinya ketinggalan banyak kabar berita. Akhir-akhir ini perhatian untuk menulis banyak dialihkan untuk hal lain hehehehe,
        Ayu sangat berterima kasih atas nominasi yang Ibu berikan, Ayu merasa sangat terhormat. Terima kasih banyak…
        Ayu harap, Ayu bisa memanfaatkan kesempatan ini untuk ikut tantangan sunshine blogger award juga.

        Semangat !

        Disukai oleh 1 orang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s