Memaafkan diri sendiri

14 pemikiran pada “Memaafkan diri sendiri”

    1. Hi, Kang Nur. Ia benar sekali, meminta maaf adalah sebuah tindakan, tindakan ini diharapkan nyata dan tidak hanya berada di angan-angan saja. Meminta maaf memerlukan kerendahan hati menurut saya. Kerendahan hati untuk meredakan ego dalam diri dan mengedepankan kedamaian bagi sesama. Terima kasih sudah mampir, Kang Nur.

      Salam.

      Disukai oleh 1 orang

  1. Hah klo saya tuh paling sulit memberi maaf. Nggak tahu kenapa saya kok jadi gini. Padahal hanya gara2 satu pengalaman saja. Karena tidak mau kejadian buruk yg sama terjadi, maka saya cenderung malas memberi maaf sama orang lain.

    Disukai oleh 2 orang

    1. Hi, Mas Shidiq. Ayu menyebut keadaan yang dialami oleh Mas shidiq sebagai upaya diri untuk melindungi diri sendiri dari luka, dari trauma. Bagi Ayu, wajar hal demikian terjadi. Tapi, harapan Ayu, jangan berlebihan ya…kasian nanti hehehehe.

      Disukai oleh 1 orang

    1. Ia, Ayu setuju dengan pendapat bloggergalau. Memang memaafkan diri lumayan sulit, apalagi kita yang hidup dengan ego yan tingginya lumayan hehehehe (Seperti saya contohnya). Tapi, hal ini bisa dicapai dengan belajar, dan pasti bisa kok ! Optimis!

      Disukai oleh 1 orang

  2. “Tanpa merelakan sesuatu, kita tidak akan bisa merubah apapun” – Attack on Titan šŸ˜€
    Memaafkan dan berdamai dengan diri sendiri itu sulit kak. Karena di titik ini, kedewasaan kita diuji.

    Thanks for your magnificent story!

    Disukai oleh 2 orang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s