Merajut tenun Kebhinekaan dari negeri seberang

17 pemikiran pada “Merajut tenun Kebhinekaan dari negeri seberang”

  1. Wah ….tentu rasa harunya luar biasa ya mbak menyanyikan lagu Indonesia Raya dan lagu2 nsional di negeri orang? Sampai meleleh air mata tidak mbak Ayu?
    Acaranya dilakukan di mana mbak, di KBRI atau mana?

    Disukai oleh 2 orang

    1. Nah, mengikuti secara tidak hikmat ini adalah masalah (Bagi saya pribadi). Kadang ini terjadi karena memang kesadaran akan makna dan nilai dari upacara itu sendiri masih belum banyak yang paham betul. Dulu, waktu masih SMA, Saya ingat betul kepala sekolah saya tidak henti-hentinya mengingatkan kami pentingnya upacara bendera dan maknanya. Apalagi untuk anak Pramuka, wah…penting sekali itu.

      Disukai oleh 2 orang

      1. Saya juga masih belum memahami benar, mengapa kita harus repot-repot melakukan upacara bendera. Dulu, waktu keadaan politik negeri kita masih aman-aman saja, upacara bendera tidak banyak memberi arti (maaf kalau saya salah). Tapi, saat ini Upacara bendera dan lagu-lagu nasional menjadi suatu hal yang sangat penting. Kembali kita diingatkan bahwa kita ini warga negera dari Republik ini. Bagian yang tidak terpisahkan satu dengan yang lainnya.

        Disukai oleh 1 orang

  2. Saya nggak kebayang gimana upacara di negeri orang. Pasti saya langsung nangis. Waktu SD-SMA saya memang paling kurang suka dengan upacara. Tapi semenjak kuliah(di kampus ada upacara tiap Senin), saya merasa upacara itu penting dan pasti merinding waktu pengibaran benderanya.

    Disukai oleh 1 orang

    1. Hi, Kinan Manis. Kadang kita baru bisa menghargai sesuatu saat sesuatu sudah jauh dari genggaman kita. Begitu juga mungkin untuk upacara bendera di negeri orang. Meskipun sederhana, ucapara ini sangat berkesan. Baru terasa betapa asingnya kita dinegara orang dan betapa bangganya kita pada negera kita sendiri. Kadang, terbersit didalam pikiran untuk bekerja lebih keras untuk menyumbangkan banyak hal untuk negeri. Karena sadar, bahwa banyak sekali utang saya sebagai warga negera pada ibu pertiwi.

      Salam.

      Disukai oleh 1 orang

      1. Benar, Mbak Ayu. Saya pikir orang-orang Indonesia harus merasakan ‘jauh’ dari tanah air agar bisa merasakan cinta tanah air yang sebenarnya. Sebagian besar dari mereka masih menganggap ‘remeh’ upacara bendera. Saya berharap upacara di negeri ini tidak hanya sekadar formalitas dan rutinitas. Bisa seperti upacara di negeri jauh sana yang benar-benar bisa membuat upacara bendera adalah sesuatu yang penting dan memiliki kesan yang mendalam.

        Disukai oleh 1 orang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s