Mencari serpihan semangat

14 pemikiran pada “Mencari serpihan semangat”

  1. Nganu…
    Bisa jadi sih, relasi sosial yang kadang kita bangun via dunia online terasa hyperreality.
    Tapi buat aku, orang yang rada introvet, membangun relasi sosial via online bisa jadi berasa punya dunia sendiri yang lebih nyaman.
    Udah gitu ajah…Salam kenal Mba Ayu?

    Suka

    1. Terima kasih sudah mampir,..
      Ia, kadang di Dunia digital seperti ini, kesempatan hidup sosial bagi orang-orang yang rada-rada introvert (termasuk saya juga hahahaha) termasuk tinggi. Maksudnya, hidup sosial memang bisa digantikan dengan hidup ‘maya’ secara online. Tapi, bagi saya susah untuk mengganti keberadaan hubungan sosial secara ‘nyata’. Mungkin saya perlu banyka belajar.
      Ia, salam juga Mas Broh, salam kenal.

      Suka

  2. Hola! Maafkan baru sempat mampir kak huhuhu…
    Bagi saya tugas numpuk itu sudah biasa, sampai2 tak dicari lagi alasannya apa 😂

    Setuju banget kak! Kita butuh ngobrol, kita butuh curhat. Dan untungnya sebentar lagi pulang. HA HA!

    Disukai oleh 1 orang

    1. Hai, Mfadel. Apa kabar ?
      Hahahaha…namanya juga mahasiswa to ?, tidak apa-apa menumpuk, asalkan selalu siap untuk membereskan.
      Hahahahaa…Ia, ini menghitung hari, tapi sampai detik ini masih kerja nonstop. Sedih!

      Suka

      1. Itungannya mah bukan samping lagi itu kak. Itu tetangga di sampingnya samping samping samping samping sononya lagi wkwk…

        Denger2 orang sana secara fisik mirip banget ya sama Indonesia. Bahasanya aja yang beda banget. Saya taunya cuma Maraping Salamat 😂

        Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s