Praktik Keperawatan di Luar Negeri

Sengaja saya menuliskan, Men-curhatkan, yang merupakan singkatan dari mencurahkan isi hati. Memang, niat saya demikian.

Saya baru saja membaca sebuah tulisan yang sangat menarik dari salah satu kolega saya dalam profesi. Saat ini, Ia sedang berada di Jerman dan menjadi seorang perawat Lansia.

Saya sangat terkagum-kagum dengan prestasinya dan juga pencapaiannya. Saya berterima kasih karena Ia mau membagikan pengalamannya yang berharga. Tidak semua orang mampu melakukan hal demikian.

Efek dari hal ini adalah, saya menjadi kembali bersemangat dan terinspirasi untuk melangkahkan kaki. Wah, ini adalah efek dari sebuah kata-kata. Dengan ijin dari sahabat saya ini, maka saya kutip tulisannya, persis seperti yang Ia anjurkan.

Begini,

Salam perawat!
Saya mau share pengalaman yg sya dapatkan di tempat saya bekerja diantaranya;
πŸ‘ΌSetiap mau masuk kerja, baju luar di ganti baju seragam kerja di tempat kerja, BUKAN di pakai dirumah, begitupun dengan spatu. Sepatu yg di pkai diluar tdk boleh di pakai di ruangan kerja atau Dinas. Karna pakaian dinas sudah disediakan (cuci dan setrika) dr tempat kerja tanpa Harus di bawa pulang untuk di cuci dirumah. Dan sepatu yg saya pakai adalah sepatu pribadi, hanya saja sepatu itu tdk boleh di guna kan untuk diluar Jam kerja lg. Sepatu kami kbykan sepatu untuk lari atau sepatu joging karna kerjanya kbykan lari πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚. Sepatu yg saya pakai “Air max Nike Sport” 😎

πŸ‘ΌSetiap mau memulai kerja dan selesai Jam dinas/kerja selalu cuci tangan dengan sabun.

πŸ‘ΌSetiap sebelum dan sesudah pegang klien slalu cuci tangan dengan Desinfektan yg selanjutnya di lapis dengan gummihΓ€ndeschuhe (sarung tangan karet ) baru boleh pegang klien.

πŸ‘ΌKhusus untuk kbutuhan klien dalam hal “kebersihan diri” Harus di perhatikan penggunaan sarung tangan, Setiap sesudah menyentuh bagian yg beresiko infeksi, jamur, dan bagian tubuh yg vital, Langsung ganti sarung tangan nya dgn yg bersih. (Mengurangi resiko penyebaran kuman, bakteri dan Virus.
*khusus pengalaman saya: kalau melayani satu orang biasa nya ada skitar 5 pasang sarung tangan karet saya gunakan, trgantung penyakit dan masalah tubuh yg ada di org itu (misalnya untuk bagian ketek sebelah kiri satu pasang sarung tangan, sebelah kanan satu pasang sarung tangan baru, selangkangan satu pasang, bagian bokon* satu pasang, dan bagian2 yg lain masing2 satu pasang.) Kalau melakukan tidak sesuai, siap2 kena muncrat (*tegoran).

πŸ‘Ό Dan membantu klien membersihkan diri atau mandi setidaknya 1x seminggu. Trgantung suhu cuaca dan keadaan klien.

πŸ‘ΌDesinfektan di gunakan untuk tangan kita BUKAN untuk sarung tangan karet yg di gunakan di tangan.

πŸ‘Ό Setelah menggunakan desinfektan tunggu kering dulu baru boleh di aplikasikan dlm kerja, dan JANGAN dianginkan/ dikibas2 supaya kering, akan tetapi gunakan desinfektan sambil melakukan teknik membersihkan tangan (teknik yg sama yg digunakan seperti teknik mencuci tangan yang benar) dan tunggu sampai Kering baru lakukan tahap selanjutnya.

πŸ‘ΌSetiap penggunaan fasilitas bersama seperti (toilet, tempat duduk bersama yg digunakan untuk membersihkan diri, westafel, setiap gagang pintu/lemari atau apa saja yg sering disentuh org byk, SELALU di lap dengan kertas khusus yg sudah disiram dengan Desinfektan.

πŸ‘Όpakaian kotor atau pekakas tempat tdur (contohnya; lampin, sarung bntal, sarung selimut, dan lain lain di beda kan sesuai Kategori keranjang pakaian untuk selanjutnya di proses di pencucian pakaian steril. Ada 3 Kategori disini; keranjang coklat untuk lampin saja, keranjang biru untuk pakaian dlm (atas dan bawah kcuali BH), pakaian tidur, handuk kecil, sedang dan besar, pekakas tidur, dsb. Sedangkan keranjang kuning untuk pakaian yg digunakan selama beraktftas, jaket, selendang, dsb. Masih ada Kategori pemisahan pakaian yaitu BH dan kaos kaki biasa nya di taroh di kain khusus yg bentuknya jaring2.(pengalaman saya; Selama satu tahun sebelum saya bekerja disini, saya tgl sm Satu keluarga jerman, yang dri situ saya paham bhwa penggunaan mesin cuci ada Kategori nya masing2, sehingga pakaian itu awet dan bersih tanpa Harus khawatir masih kotor atau tidak.)

πŸ‘ΌSANGAT Penting bagi kami disini jika menemukan tanda2 dekubitus pada pasien yg tgl atau dirawat disini, kalau ketemu ada warna merah aja di tubuh org yg dirawat, headnurse langsung Heboh dan langsung telpon dokter sesegera mungkin.

πŸ‘Ό memasang atau mengganti cover bed/pekakas tidur untuk klien yg dirawat Setiap 2 minggu 1x. Bisa sering diganti, tergantung situasi atau keadaan pekakas tidur. Dan perlu di perhatikan Setiap ujung ke ujungnya bntal atau selimut yg di lapisi dengan sarung nya masing2 harus lancip, jangan ada yg memasang sarung bntal atau selimut nya tidak sesempurna bntuk mulanya. (*selimut disini ada byk kategori; ada selimut yg dari wol – yang ini tanpa Harus di lapisi sarung nya, ada selimut Tipis – biasa nya untuk musim panas, selimut sedang atau Tebal – biasa nya untuk winter/salju/musim semi.

πŸ‘Ό Selama bekerja, benda Elektronik pribadi di tinggal di loker masing2 dan di kunci. Dilarang foto dengan pasien, keluarga pasien, dan Data pasien atau pun selfie dengan teman kerja sendiri. Kalau ketahuan, dendanya ga main2 😲 (*Read; Serius)

πŸ‘ΌYang SERIUS lebih SERIUS disini apalagi kalau ga dokumentasi! Semua Harus diisi sesuai dg apa yg di lihat, di laporkan dan di catat. Dan Data yg digunakan disini Standard pengoperasian sistem kmputer yang aplikasi nya bisa di pertanggung jawabkan. Walaupun begitu tetap ada sistem laporan (cerita/langsung) dr yg dinas pagi ke dinas siang dan bgt seterusnya..

πŸ‘ΌπŸ‘ΌπŸ‘ΌπŸ‘ΌπŸ‘Ό Dan byk hal lain nya yg kalau di tulis bisa ngalah ngalih in buku Nanda NIC NOC πŸ˜…πŸ˜…πŸ˜…
So guys, sdikit cerita ya.. awal nya ketika masuk kesini saya merasa stres! Gimana ga? Saya bekerja disini sebagai peralihan sebelum bekerja di Rumah sakit. Ya! Saya BELUM bekerja di Rumah sakit! Saya bekerja di Klinik Lansia (harian) yang merangkap Panti Jompo. Iya! Saya “Perawat Lansia”. Tapi byangkan yang sudah saya lakukan secara rutin untuk bekerja di tempat yg JAUH dr Kata panti jompo yg ada di Indonesia. Sistem Hygiene dan Steril yg diterapkan kurang lebih sama dengan sistem Hygiene dan Steril untuk yg bekerja di ruang operasi dirumah sakit swasta di Indonesia. πŸ˜₯πŸ˜₯πŸ˜₯ Saya belum tahu pasti apa kah di Jerman menggunakan sistem asuhan keperawatan (secara general) atau tidak, (Read; PR) akan tetapi sejauh saya bertanya dan berkomunikasi dengan Headnurse disini mereka mengatakan tidak menggunakan asuhan keperawatan selama ini. Bahkan saya bertanya tentang NANDA NIC NOC pun “mereka” bilang tidak pernah menggunakan nya. Ok, mungkin krna mereka angkatan super duper Senior seperti Mama saya. Tapi, masa ga ada perbaharuan ilmu sih?! Seminar gtu kan?!
Jawab nya “ada, tapi sifatnya bukan sekolah yang di Harus kan ikut ujian setelah baca Modul dsb, paling hanya rapat antar perawat dan membahas satu topic yg perlu diperdalam lg, itu pun kalau terjadi angka kejadian tertinggi saja. ”
Jadi anak- anak muda kebanggaan Indonesia yang memiliki tingkat rasa ingin tahu yang tinggi (*Read: yang bertanya) apakah saya sudah sdikit menjawab pertanyaan kalian?
Saya menulis sesuai pertanyaan kalian dan baru ada waktunya sekarang (*Read; Maaf) πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚ Ini sebagian cerita saya, Joanna Libertyaat
With LπŸ’•ve,

Joanna Liberty

Bagaimana, setelah membaca sendiri pengalaman sahabat saya ini. Apa yang ada didalam pikiran kalian ? Silahkan berikan komentar dibawah ini.

 

Salam.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s