Jiwanya yang ‘kosong’

Disuatu senja, saya dan sahabat saya sedang sibuk mengerjakan tugas kuliah yang diberikan kepada kami. Sahabat saya ini duduk gelisah dan membuat saya tidak nyaman melihatnya.

Ada apa ? ” tanya saya penasaran.

Beberapa hari ini, saya menyelesaikan hidup saya dengan ‘berlibur’ dan berinteraksi dengan orang lain, tapi saya belum juga merasa ‘puas’ dan merasa ‘berarti’. Ada apa dengan saya?” Kata sahabat saya.

Saya tahu, sesuatu terjadi padanya, hidupnya memang sedang tidak beres.

“Jangan terlalu kasar dengan dirimu sendiri, ya…” Kata saya meberi saran sambil tidak berhenti mengetik dan menelaah dokumen didepan saya.

Tidak ada satupun dokumen didepan saya yang selesai saya kerjakan!” Katanya kemudian.

Saya tidak tahu mengapa. Tempat yang saya anggap sebagai rumah, sudah bukanlah tempat yang baik bagi saya. Saya selalu merasa kepanasan, setiap kali saya pulang dan saya tidak ‘betah’ hidup berlama-lama. Saya sungguh tidak merasa nyaman!” Kata sahabat saya.

Belum lagi, tuntutan banyak orang disekitar saya akan diri saya! Mereka ingin saya melakukan A, B dan C. Tapi apakah mereka pernah bertanya, apa yang saya inginkan?” Lanjutnya.

Saya melepaskan konsentrasi saya dari depan laptop dan memutuskan untuk mendengarkan dia.

Sedih saya melihat sosoknya yang saat ini. Saya tahu, Ia adalah orang yang kuat. Tapi memang, akhir-akir ini ia ditimpa banyak masalah dan ia seakan menjadi sosok yang sangat menyedihkan. Dalam hati saya berdoa, semoga dirinya dapat menghhadapi hal ini.

Jiwa saya, se’akan’ kosong entah kemana dan saya tidak tahu, apa yang harus saya lakukan! ” Kata sahabat saya. Ini adalah kesimpulan dari ap ayang ia ceritakan hari ini. Ini sungguh menyentuh hati saya dan ini sugguh membuat hati saya terluka ketika melihat dan mendengarnya.

Apa yang bisa saya lakukan? ” Kata saya memberanikan diri menawarkan diri. Saya tahu, tolol sekali mengatakan hal demikian. Karena sahabat saya memang memerlukan pertolongan. Mendengarkan ia bercerita adalah apa yang mungkin sangat ia inginkan.

Seperti apa yang saya pikirkan, Ia diam disana, tidak menjawab. Tapi, dari sudut matanya yang berair. Saya tahu, Ia sangat membutuhkan pertolongan dan kehadiran saya adalah sesuatu yang ia butuhkan.

Stress, memang adalah hal yang tidak dapat kita hindari dari hidup ini. Banyak sekali masalah yang terjadi didunia ini hanya karena banyaknya stressor yang ada disekitar dan ditambah, ketidak mampuan dari ‘coping’ dalam diri kita untuk bertahan dan melawan. Sedih memang! Tapi, support system adalah hal yng sangat penting disini. Kita memerlukannya. Seperti sahabat saya, Ia mungkin diam dan tidak menjawab, tapi yang Ia butuhkan adalah kehadiran saya yang merupakan sahabatnya. Kehadiran saya yang tidak menuntut tapi menemaninya menghadapi masalahnya. Persis seperti Bunda Maria ketika Ia menemani Yesus dalam penderitaanNya. Ia tidak menuntut, tidak bertanya mengapa. Tapi, Ia berhati besar untuk mengerti. Dan Ia tidak pernah berhenti menemani Yesus untuk melalui penderitaanNya.

Salam kebaikan.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s