Melepaskan kepemilikan dunia

Beberapa hari ini kesadaran saya akan kepemilikan kebendaan meningkat. Entah apa penyebabnya, mungkin saja kadar ‘sensitifitas’ saya naik menjadi berapa persen begitu karena perubahan cuaca mendadak. Ya, karena tumben tiba-tiba saja Manila hujan lebat hari ini.

Tinggal dan hidup bersama dengan orang lain dalam satu atap, membuat saya harus melepaskan banyak benda atau kepemilikan atas nama saya. Sebut saja, tempat tidur, tempat meletakkan pakaian, tempat makan dan lain sebagainya.

Tapi, ini baik juga. Karena saya dapat belajar hidup ‘sederhana’ dan mati raga sekalian. Saya mencoba berpikir positif dan mengatakan bahwa ini adalah ujian. Ini adalah bagian dari perjuangan untuk menjadi baik, menjadi pribadi yang kuat dan tahan banting. Menjadi pribadi yang mampu beradaptasi dan lain sebagainya.

Ah, sahabat saya berkata, “Telalu jauh anganmu itu, kawan!”. Lanjutnya, “Coba saja kau hadapi teman-teman kamarnya yang mengobrak-abrik tempat tidurmu selepas pulang nanti!” .

Dan sayapun diam seribu bahasa.

Ternyata saya masih belum bisa melepaskan keduniawian saya.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s