Lucunya hidup ini

FB_IMG_1490515836091

Jarum jam sudah menunjukkan pukul 3:22 am dan saya belum juga ingin memejamkan mata. Entah mengapa, dunia ini terasa sangat menyenangkan dan terasa sangat menantang untuk dijelajahi pada jam-jam ini.

Untuk mengisi kejenuhan saya, Saya memutuskan untuk membuka sosial media dan mencari sesuatu yang entahlah apa itu. Lebay-nya saya kumat lagi.

Perhatian saya tiba-tiba saja terfokus pada akun adik kelas saya yang dulu, jauh sebelumnya pernah menjadi sosok yang menarik perhatian saya. Wah, ternyata Ia sudah menikah dan saat ini sedang menunggu kelahiran anak pertama dari pernikahannya (Atau Anak kedua, entahlah!). Wajahnya yang dulu sangat menarik perhatian saya, sudah berubah menjadi tua, masih tersisa gurat-gurat ketampanannya ketika masih duduk di bangku Sekolah menengah. Masih sama, sendu matanya dan kurus badannya. Ah, kembali teringat saya pada kenangan lucu jaman jadul. Dalam hati saya berdoa, semoga hidupnya bahagia. Saya lihat Ia nampak kelelahan dan kadang sering sakit-sakitan. Ya, dari dulu memang seperti itu nampaknya.

Lalu, saya ingat. Dia juga memiliki seorang kakak. Kakak yang dua kali lipat menarik perhatian saya. Mungkin lebih dari 12 tahun sudah berlalu. Tapi, saya masih ingat kerutan didahinya, karena terlalu serius menghadapi kenyataan dunia dan jarang tersenyum terutama pada saya dan anggota geng saya, yang memang terkenal dari kampung nun jauh di pedalaman.

Iseng mencari, eh ternyata ketemu juga. Berubah sudah raut wajahnya. Dulu yang serius, sekarang lebih banyak tersenyum dan tertawa. Bahagianya. dan Ia tentu saja sudah menikah.

Betapa kagetnya saya, ketika melihat foto pernikahnnya. Saya cermati betul-betul wajah mempelai wanitanya. Betapa terkejutnya saya, ketika melihat bahwa ternyata istrinya adalah adik kelas saya sewaktu saya masih mengenyam pendidikan sarjana. Saya saya dan adik kelas ini, bisa dibilang lumayan saling kenal, ya…mungkin karena kami satu bahasa.

Wah, dunia ini benar-benar lucu ya. Bagaimana tidak, kadang orang-orang yang ada disekitarmu adalah mereka yang secara tidak langsung berhubungan dengan dirimu pada masa lalu. Ah, Masa lalu. Indah sekali saya mengenangnya.

Entahlah, masa lalu saya mungkin hanya hiduo dalam diary dan tulisan-tulisan saya dan mungkin hanya tersisa sedikit pada memori teman-teman saya.

Dalam hati, saya bersyukur pada Sang empunya Hidup. Betapa indahnya hidup ini.

Salam.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s