Setelah Badai Berakhir

storms

Setelah memaksakan diri untuk tidak nyenyak tidur lebih dari 48 Jam, Saya akhirnya mencapai batas dan memutuskan untuk mengistirahatkan badan ini. Bangun karena perut yang keroncongan, saya memutuskan untuk memanaskan nasi dan menggoreng satu Butir telur. Bagi saya, ini adalah reward yang pantas untuk kerja keras dan juga semangat untuk mengakhiri penderitaan akibat di ‘torture’ untuk bekerja lebih dari batas kemampuan badan saya.

Setelah badai pekerjaan yang menumpuk selesai, yang tersisa pada saya adalah rasa kosong dan juga rasa bersalah yang tidak saya prediksi. Nampaknya, tubuh saya mengenali kerja lembur saya kemarin adalah ‘party’ dan itu secara diam-diam dinikmati oleh tubuh saya sendiri. Bahagia tapi juga miris untuk mendapatkan kenyataan seperti ini.

Kepala saya teras sakit, rasa sakit yang familiar, karena tubuh saya yang sudah terbiasa dengan es kopi. Tapi, saya coba abaikan dan biarkan rasa sakit itu berlalu, sama seperti berlalunya badai.

Ini memang bukan akhir dan rasanya memang belum pantas untuk berteriak, “Yeah…I did it!”. Tapi, Yah….sudahlah. Saya biarkan diri saya menari dan melakukan apa yang Ia inginkan.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s