Bertahan

ca11b988587595c7587b0864232b981b

Seorang sahabat dalam suatu kesempatan berkata kepada saya, “Mar, kamu pasti tidak akan tahan berada di posisi saya. ” Katanya. Saya lalu bertanya, mengapa. Ia kemudian menjawab, ” Setiap minggu bagi saya seperti ujian akhir semester, saya membaca lebih dari 5 jurnal dan menganalisanya, saya juga disuguhkan laporan setiap minggunya, setidaknya ada 3 laporan tulis.”, “Kamu, pasti tidak akan tahan!” katanya lagi menguatkan. Saya mencoba untuk tetap memperhatikan dan tidak memberikan komentar menentang pendapatnya.

Dari sahabat saya ini, saya belajar sebuah kata penting, “Bertahan”. Jika saya berada diposisinya, saya tidak yakin akan bertahan dan masih menghembuskan nafas teratur pada saat ini. Saya merasa, sahabat saya ini sedang stress. Bisa saya lihat dari penampakan fisiknya yang kusut, kantong mata yang nampak kehitaman di bawah matanya, matanya yang merah dan kulitnya yang kusam dan nampak tidak bercahaya (Bercahaya mungkin karena pantulan sinar lampu akibat kelebihan minyak di wajahnya). Sebelumnya, saya kira dua bulan yang lalu ketika kami bertemu, wajahnya nampak sangat ceria, antusias terpancar dari wajahnya. Tapi kini, tanda-tanda kehidupan itu seakan direngut darinya.

Manusia itu memang sangat unik. Ia menciptakan masalah dan memunculkan stress dalam kehidupannya lalu Ia juga yang menjalaninya dan mengeluh karenannya lalu lanjut dengan melakukan hal serupa dan bertahan. Tapi, jika dilihat dari sisi positifnya. Inilah manusia. Proses yang saya sebutkan sebelumnya disebut sebagai proses belajar dan bertumbuh.

Saya mungkin tidak akan berakhir seperti sahabat. Saya mungkin tidak sekesatria dia. Mengambil mata kuliah secara gila-gilaan. Tapi, saya tahu, Ia bertahan. Terbukti pada malam perjumpaan kami, Ia masih sempat melontarkan humor-humor khas dirinya, dan tertawa sekencang-kencangnya sampai bibi pemilik kedai kebingungan dibuatnya. Saya mungkin adalah orang yang iri dengan perjuangannya, karena saya tahu kesengsaraannya pada saat ini adalah kesuksesan baginya kelak.

Wahai sahabat, jika kau membaca ini, saya harap masalahmu bisa kau atasi dengan kesatria. Saya tahu, kamu pasti bisa! (Sedikit aneh menggunakan kata ‘saya’ disini, karena kita sering menggunakan kata ‘aku’). Tetaplah bertahan, kamu pasti sukses kedepan.

Salam, sahabatmu.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s