Rasa lelah itu…

20170127_143921

Saya tidak tahu sudah berapa liter kopi masuk kedalam tubuh saya. Berusaha sekuat tenaga untuk membangunkan saya dari mimpi dan memberi energi ke sel-sel dalam tubuh saya, terutama sel otak. Sebagai mahasiswa, tidak ada hal lain yang saya inginkan selain tetap terjaga dan mampu melahap semua materi yang terletak tepat di depan wajah saya yang sudah tidk imut lagi ini.

Bukan hanya saya, tapi saya adalah salah satu dari sekian juta mahasiswa didunia ini yang mengalami hal serupa. Ini yang disebut dan dimaksud dengan perjuangan! Perjuangan yang harus dibayar dengan keadaan kurang tidur, kurang istirahat, mata merah, badan sakit-sakitan, gaya hidup yang tidak sehat dan hubungan sosial yang bisa dipastikan tidak terlalu bagus. Hubungan intin terjalin antara mahasiswa dan bahan yang harus dikuasainya. Itu saja.

Bagi sebagian orang, ini merupakan pengalaman yang biasa. Tapi, bagi saya ini adalah pengalaman yang luar biasa! Bersekolah di tempat asing, dimana orang-orangnya tidak 100 persen menggunakan bahasa yang kita kuasai benar-benar membuat beban study menjadi sangat dan sangat berat. Mengeluh ? pada siapa? mungkin kata ‘tiada yang mengerti’ adalah kata yang sangat tepat. Mereka yang mengerti adalah, setumpuk artikel atau buku-buku yang dengan sombongnya melekat kemana-mana. Tidak mau pergi jauh-jauh. Inilah gambaran kehidupan sebagian mahasiswa.

Bagi sebagian orang juga, kehidupan sekolah adalah kehidupan yang sangat menyenangkan. Bagaimana tidak, pada kesempatan ini orang-orang akan memanfatkan dan menginvestasikan waktunya dengan sangat baik untuk mempelajari hal baru dan membuat dirinya ‘master’ atas kemampuan spesifik ini. Mereka bahkan tidak mengatakan bahwa malam-malam kurang tidur adalah penderitaan. Tapi adalah kesempatan yang sangat cemerlang untuk melaju untuk belajar dan menjadi lebih baik. Saya adalah tipe pengagum orang-orang jenis seperti ini.

Kalau ditanya, tipe mahasiswa seperti apakah saya? maka saya jujur saja, mungkin berada di area abu-abu antara kelompok pertama dan yang kedua. Kedua tipe ini saling ganti mengganti satu dengan yang lainnya. Menarik untuk dipelajari.

Kini, setelah kalimat ini saya ketik, rasa lelah tiba-tiba saja terangkat pelan-pelan. Teringat bahwa saya belum juga mandi, padahal ini sudah mau jam 12 malam. Kehidupan mahasiswa memang menarik, bahkan jam untuk mandi pun sudah menjadi sangat berantakan. Sehabis mandi, saya berniat untuk membeli satu gelas plastik kopi dari warung depan rumah sewa kami. Lumayan untuk menemani saya melewati pergantian hari ini. Saya berdoa semoga saya tidak tidur dalam waktu yang cepat.

Bagaimana kehidupanmu sebagai mahasiswa? apakah semenarik saya? Saya yakin ya! atau mungkin jauh lebih menarik. Saya sangat senang bisa mendengarnya. Silahkan dibagikan, hitung-hitung gratis disini.

Salam.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s