Berguru dalam dua Bahasa Asing

20160704_134710

Gambar. Ketika saya mengikuti Karnaval di Jogjakarta, 1995.

Ketika saya memutuskan untuk bersekolah di luar negeri. Bahasa yang dituntut dapat saya kuasai adalah Bahasa Inggris. Namun, seiring berjalannya waktu saya juga dituntut untuk menguasai bahasa daerah asli milik orang-orang ditempat saya tinggal dan menggali ilmu. Pada saat seperti ini, saya benar-benar ingin mengatakan bahwa, memang benar SEKOLAH ITU MAHAL!.

Bukannya saya tidak menyukai keadaan seperti saat ini, hanya saja saya memiliki beban double, pertama adalah menguasai mata kuliah yang memang menjadi kewajiban saya dan yang selanjutnya adalah menguasai bahasa yang menjadi pengantar mata kuliah yang ingin saya kuasai. Terkadang, meskipun sudah satu tahun lebih menggunakan bahasa inggris, masih banyak kosa kata baru dan struktur kalimat yang saya sendiri masih belum terbiasa untuk menggunakannya. Kamus elektronik seperti Mirriam Webster adalah kitab suci saya. Nah, sekarang saya juga harus menggunakan kitab suci lain, kamus English-Bahasa daerah.

Secara pribadi, saya benar-benar tertekan. Tapi, saya juga tidak bisa lari dan menyembunyikan diri. Karena memang, saya diwajibkan untuk turun sekolah. Wong, saya dibayar untuk melanjutkan sekolah. Sungguh terlalu kalau saya tidak turun kesekolah dan menyelesaikan pendidikan saya. Ngomong, memang mudah. Pasang target memang sangat mudah, tapi ketika menjalaninya. Saya benar-benar ngos-ngosan dan saya terus berdoa agar bertahan hari demi hari. Saya tidak tahu harus seperti apa.

Bagi saya saat ini, Bahasa Inggris adalah bahasa tulis, sedangkan bahasa untuk conversation adalah bahasa daerah. Ouch, sungguh terlalu.Tapi, apa boleh buat. Untuk beberapa waktu kedepan, mau tidak mau, ini yang harus saya lakukan dan saya memang harus menelan pil pahit ini.

Semoga kesehatan jiwa saya masih terjaga sampai akhir semester ini. Say bertaruh sangat mahal untuk semua ini.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s