Masa dalam ‘cinta’

Masa muda adalah masa yang sungguh luar biasa. Masa dimana segala hal terasa tidak mungkin dan juga sangat mungkin dalam satu waktu. Masa dimana ingin ‘mencoba’ berbagai hal lalu mengenang sebanyak mungkin kesuksesan dan juga kegagalan. Masa dimana waktu bukanlah sesuatu yang patut dikhawatirkan dan jatuh cinta adalah hal yang sangat biasa.

Ya…jatuh cinta menjadi sesuatu yang sangat biasa dan mungkin berlaku dengan patah hati.

Semalam, saya tidak dapat memejamkan mata hingga hampir pukul 4 pagi. Pikiran saya diliputi oleh perasaan kosong dan juga ‘cinta’ dalam satu moment dan saya sungguh merasa sedikit ‘tidak nyaman’. Untuk menanggulangi perasaan ini, saya berusaha untuk mengalihkannya pada buku-buku dan berbagai artikel bacaan yang ada dihadapan saya. Ya..hampir semua artikelnya bercerita tentang ‘cinta’ dan saya coba memahaminya secara ‘ilmiah’. Ada lebih dari 3 buka yang membicarakan perihal yang sama.

Jatuh cinta pada akhirnya, bukanlah hal yang buruk. Yang terburuk adalah mungkin, ter’obsesi’ dengan objek yang merupakan alasan kita untuk jatuh cinta. Mengerikan…

Jatuh cinta adalah hal yang normal, mungkin ya…kita jatuh cinta pada mata seseorang, pada kebaikan hati seseorang dan masih banyak alasan yang lainnya. Saya jujur, sampai saat ini, saya tidak dapat melupakan sosok seseorang yang sangat saya idolakan ketika Ia berlutut dan berdoa. Saya tidak dapat melupakan perasaan itu. Perasaan yang saya anggap ‘pure’ karena secara seketika seakan surga menyentuh saya dan Roh kudus turun atas saya. Itu adalah ketika mata saya menangkap moment yang tidak bisa saya lupakan itu. Saya berharap, dalam masa yang akan datang, saya akan menemukan orang lain seperti ini. Selain para Pastor tentunya, karena saya secara otomatis sangat menyukai pemandangan ketika para Pastor mengorbankan Misa. Itu adalah pengalam paling keren yang sangat ingin saya ulang setiap kali saya masuk kedalam Gereja. Saya…jatuh cinta.

Tidak ada salahnya juga ketika kita jatuh cinta pada hal-hal yang spiritual. Saya mencoba untuk membenarkan diri saya sendiri saat ini. Ya…karena demikianlah saya, saya…akan sangat mudah jatuh cinta pada mereka yang berlutut dan menundukkan kepalanya di bawah Salib. Saya…sungguh tidak dapat menahan diri. Saya terkesima dan saya sangat terobsesi pada hal yang demikian.

Semua pengalaman ini, membawa saya pada sebuah perasaan ‘kerinduan’ yang sangat mendalam, bahkan saya sangat takut untuk memahaminya. Saya bahkan hampir tidak bisa tidur untuk memahaminya dan saya harus berdoa rosario untuk membuat badai dalam hati saya reda.

Sungguh pengalaman yang sangat luar biasa. Jatuh cinta…seakan saya tidak pernah tahu, kapan akan berhenti.

Salam.

20160815_142543

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s