Kunjungan ke Ruang perawatan Pasien dengan Gangguan Kejiwaan

Tidak beberapa lama yang telah lewat, saya diberi kesempatan yang sangat langka (Saya harus menunggu satu tahun untuk mendapatkan kesempatan ini) untuk mengunjungi pusat perawatan pasien dengan gangguan mental di sebuah rumah sakit umum di kota perantauan saya.
Hal pertama yang saya temui adalah, ‘bersih’. Lantai keramik putih yang bersih, dan langit-langit rumah sakit yang jauh dari rasa seram. Tampak Klien berjalan kesana-kemari dengan pakaian rumah sakit, ada pula dengan pakaian bebas. Sangat mudah untuk mengenali mereka. Hal yang selanjutnya membuat saya terkejut adalah, adanya orang lain didalam ruang perawatan yang hanya menerima sekitar 25 pasien dengan gangguan jiwa ini. Orang lain tersebut adalah keluarga. Ini mungkin hal baru bagi saya, tapi menarik untuk dijadikan pelajaran juga (pastinya bagi saya). Pusat perawatan jiwa di rumah sakit umum ini, menerapkan pelayanan kesehatan jiwa yang mengikutsertakan keluarga dalam perawatannya. Ya…layaknya pasien/klien dengan masalah fisik yang selama ini selalu ditemani keluarga. Para klien dengan masalah kejiwaan ini, dirawat terpisah antara pria dan wanita (tentu saja), tapi ruangannya satu dan itu berseberangan. Tenang saja, perawat selalu ada disana selama 24 jam, ditambah dengan para mahasiswa/I kedokteran dan keperawatan yang sedang menjalankan intern-nya disana. Tidak banyak mahasiswa/I ini…dan mereka nampak sangat professional (saya sedikit iri dengan hal ini).
Perawatan dilakukan hanya dalam waktu 16 hari (memang dibatasi, karena memang penyakit kejiwaan membutuhkan waktu yang lama dalam proses pemulihannya, tapi juga harus mempertimbangkan biaya perawatan dari pemerintah). Karena rumah sakit ini bukan rujukan utama untuk klien dengan gangguan jiwa, jadi system pembatasan perawatan ini cukup masuk akal. ya…kalau suatu saat pasien kambuh lagi, klien dan keluaga dapat memilih untuk masuk kembali atau mengganti dengan perawatan di rumah sakit jiwa lain.
okay…kembali lagi. Perawatan jiwa dengan mengikutsertakan keluarga ini sungguh menarik. Disini, keluarga diberitahu keadaan pasien yang sesungguhnya, mereka juga diajarkan untuk mengenali tanda dan gejala dari gangguan pada klien. Menariknya, mereka juga diikutsertakan secara aktif dalam proses/manajemen menenagkan pasien (ada beberapa klien yang mengalami diagnose keperawatan risiko/perilaku kekerasan). Keuntungan dari keadaan ini adalah terletak pada mahasiswa praktik, untuk memperoleh informasi, mereka tidak perlu sibuk hanya membuka status pasien, tapi mereka dapat bertanya aktif dengan keluarga yang dengan setia menjawab pertanyaan para pemburu informasi pasien ini. Keuntungan lainnya lagi adalah, keluarga menjadi terbiasa dengan prosedur penanganan pasien. Sehingga ketika tidak ada perawat, keluarga sudah tahu apa yang harus dilakukan. Keadaan ini sungguh menarik karena hal ini menjadi bekal yang sangat mantap untuk klien ketika mereka pulang ke rumah. Asik bukan….
Saya menjadi orang yang terus saja terpesona ketika berjalan mengelilingi bangsal perawatan kecil ini. Oh ya..sebagai tambahan, bangsal ini tidak terletak di belakang atau jauh dari jangkauan umat manusia. Bangsal ini terletak pada tempat yang sangat mudah untuk dicapai dan keluarga dapat berkunjung dengan sangat bebas (sangat bebas dengan mengkuti peraturan yang ada).
Saya berharap, saya dapat menemukan bangsal seperti ini di Indonesia. Atau kalau tidak…saya ingin menciptakan tempat seperti ini. Mungkin ada banyak kendala diawal pembentukannya, tapi…untuk tujuan yang mulia, mengapa tidak. Ia kan ?

Cat.

Maafkan saya karena tidak menambahkan ‘gambar’ pada postingan ini, dikarenakan masalah ‘ijin’ penerbitan gambar (yang saya takutkan dapat menyebakan saya masuk penjara).

Semoga artikel ini bermanfaat bagi saya kedepannya dan bagi mereka yang tanpa sengaja membaca artikel ini.

Salam.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s