Alone

IMG-20160520-WA0069

Seseorang pernah mengatakan pada Saya tentang sesuatu, “Pada akhirnya, semuanya akan kembali kepada ‘diri sendiri’, ‘saya sendiri’, ‘sendiri’ “, Yupz…Saya membenarkan pernyataan ini. Tidak ada yang namanya mengatasnamakan ‘kelompok’, ‘keluarga’, ‘team’ dan lain sebagainya (Maaf, saya agak pesimis saat ini…maklum pengaruh pengalaman yang tidak nyaman).

Saya mencoba untuk memahami apa yang saat ini sedang terjadi pada diri saya, Ouch…sungguh tidak nyaman rupanya. Ya…saya merasakan perasaan yang tidak nyaman dan sungguh menyakitkan hati (Kadang saya lebayyyyy sangat ketika berhadapan dengan masalah yang ada dihadapan saya). Bukannya saya tidak mau ‘berterima kasih’ pada apa yang terjadi pada hidup saya, tapi saat ini…saya sedang didalam proses, ‘belum siap’ untuk melakukannya.

Saya berada didalam sebuah kelompok, ya…saya adalah bagian dari kelompok tersebut. Bukanlah kelompok besar yang terkenal, hanya kelompok kecil yang terbentuk karena hal yang tidak pernah terduga. Anggap saja, diluar dari perkiraan. Sejak awal, saya mencap keberadaan saya sebagai sesuatu yang ‘sial’ (Saya tahu, Tuhan tidak sependapat dengan saya, But…its Okay untuk keadaan saat ini). Saya merasa bahwa saya pada akhirnya harus mengurus semuanya ‘sendiri’ dan menjalankan semuanya ‘sendiri’ (bukan tanpa alasan saya mengatakan hal ini). Kadang saya merasa, saya yang terlalu egois, atau keras kepala atau apalah….tapi, untuk saat ini, saya memang sedang ‘dicobai’ untuk menjadi lebih sabar dan lebih kuat dalam menjalani hidup saya dalam beberapa waktu kedepan.

Apa yang saya rasakan ?,..Rasa kesal, marah, diperdaya, tidak diperhatikan, dilupakan, dibiarkan sendiri dan macam-macam yang kalau disimpulkan adalah perasaan yang sangaaaaattt negatif. Okay…itulah yang saya rasakan.

………………………………………………………………………………………………………………….

Lalu, tibalah waktu dimana saya melihat kembali apa yang saya alami ini sebagai sebuah ‘proses’ unik yang menarik untuk digali lebih dalam. Saya adalah manusia, dan wajar bagi seorang seperti saya untuk merasakan perasaan negatif disela-sela semua perasaan positif yang saya usahakan bangun. Saya menarik nafas dalam dan panjang…dan saya belajar untuk memaafkan dan juga mengampuni secara bersamaan. Saya memaafkan diri saya sendiri karena bersikap demikian (atas) dan saya mengampuni orang yang menyebabkan saya merasakan perasaan tersebut diatas (juga). Saya…juga pernah berada diposisi ‘demikian’, jadi…aman aja deh ya….(pernah merasakan sih soalnya…).

Kesimpulan dari tulisan saya kali ini, agak sulit. Saya ingin menunjukkan bahwa menulis yang bagi saya adalah ‘terapi’ dapat digambarkan dalam tulisan saya kali ini. Lihat ada perubahan suasana hati, dari awalnya (negatif) menjadi sesuatu yang terbentuk menjadi (positif, saya rasa…) dan bagi saya ini, cukuplah…

Terima Kasih Tuhan…sudah mengajarkan saya untuk bersabar dalam keadaan ‘tidak nyaman’ dan ‘bersabar’ terhadap segala pencobaan yang terjadi pada saya, saat ini. Semoga saya dapat mengambil pelajaran yang berharga dari sini.

Salam.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s