Rendah Hatilah Kamu

13669572_1485398208152882_8657132223704188616_n

Ego manusia adalah hal yang sangat unik dan memberikan kesan sendiri ketika kita berniat untuk mendalaminya. Saya memiliki sebuah pengalaman untuk hal ini.
Ketika itu saya berada didalam sebuah tim, tim yang bekerja dengan tujuan yang sudah ditentukan bersama. Saya dapat memberikan nilai secara subjektif bahwa saya adalah orang yang memiliki kemampuan ‘lebih’ didalam tim. Alasan pertama adalah karena saya yang paling tua. Saya beranggapan saat itu bahwa karena masa hidup saya yang lebih lama, maka saya otomatis ‘tahu’ dan ‘paham’ apa yang harus dilakukan dan dikerjakan. Saya sungguh menyesalkan sikap ini. Karena pada saat itu, ini adalah awal dari kejatuhan dan rasa malu yang sampai saat ini masih membekas didalam diri saya.
Bisa dibayangkan, saya menjadi pemegang kendali tim secara absolute. Saya terima ide dari teman-teman satu tim saya, tapi saya lebih memilih untuk menggunakan cara saya, ide saya, tanpa mempertimbangkan dan memikirkan ide-ide lain dari anggota tim. Alhasil, saya menjadi kerepotan sendiri dan tujuan yang sangat ingin tim kami capai, jauh dari kata tercapai. Saat itu saya benar-benar diajar dan belajar untuk mempertimbangkan pendapat orang lain bahkan mereka yang lebih muda sekalipun dari saya.
Meskipun saya lebih dahulu lahir kedunia ini, bukan berarti saya tahu segala hal. Saya harus benar-benar belajar bahwa saya tidak dapat bekerja seorang diri. Tidak bisa dan tidak akan bisa (Ya…mungkin bisa, tapi tidak akan sebaik dan semenarik bekerja bersama-sama).

Hanya karena EGO saya, saya memilih untuk menjadi keras kepala dan melakukan apa yang saya inginkan untuk proses dari keputusan yang akan dijalani oleh seluruh anggota kelompok. Saya benar-benar kurang bijaksana saat itu.

Dari pengalaman ini, Saya belajar untuk “menghargai” dan memperlakukan orang-orang disekitar saya sebagai “kawan” dan “partner” yang secara bersama-sama berjuang menjadikan hidup menjadi lebih nyaman dan lebih baik.

Saya berharap, teman-teman sekalian dapat mengambil pelajaran berharga dari pengalaman memalukan saya ini. Nilai relasi dengan sesama lebih berharga dibandingkan dengan kuatnya Ego yang pada akhirnya hanya mempersulit kehidupan sendiri bahkan orang lain.

Salam dari kota perantauan.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s