Terpaut jadi satu

Rasanya, sudah lama sekali ketika saya menulis dan mempubliksikan tulisan saya yang terkakhir. Saya bahkan lupa apa tulisan saya yang terakhir.

Benar, dalam beberapa waktu ini, saya cukup disibukkan dengan pekerjaan yang terus menerus datang silih berganti. Tapi, saya sungguh bersyukur, karena tiada hal lain yang lebih mengasikkan selain menjadi sibuk. Saya suka menyibukkan diri.

Saya baru saja membuka sebuah pesan dan mendapatkan kabar bahwa salah satu sahabat jauh saya sedang sakit saat ini. Saya bukannya merasa aneh, tapi saya memang sudah menduganya sejak awal. Saya terus-terusan kepikiran dengan dia dan saya hanya bisa mengatakan, Ooo..mungkin saja dia mengalami hal yang mungkin tidak terduga. Ya..dia terbaring sakit.

Saya tidak tahu bagaimana kerja “kontak” batiniah antara satu dengan yang lainnya, tapi wanita adlaah makluk yang sangat sensitif dengan jenis kontak ini. Sebagai contoh adalah firasat. Firasat mungkin diartikan sebagai bentuk kecemasan yang berkembang menjadi suatu pengharapan akan susuatu yang pada akhirnya dipersepsikan dengan jalan dan bentuk firasat itu sendiri.

Saya berharap sahabat saya baik-baik saja, saya percaya ada orang-orang baik diluar sana yang akan dengan baik hati membantunya. Saya yag berada jauh disini, hanya dapat berdoa dan mengirimkan rasa prihatin saya.

Selamat siang.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s