Memaafkan

grand_universe_by_antifan_real

Saya menjadi korban ‘penipuan’ beberapa waktu yang lalu dan itu masih menyakiti saya hingga saat ini. Ketika saya ingat betapa terlukanya saya, rasa ingin membalaskan rasa sakit ini menggebu didalam diri saya dan rasanya saya ingin melumat orang yang sudah menipu saya dan mengirimnya ke neraka.

Sungguh, kebencian saya tidak terbendung ketika saya mengingat apa yang sudah dia dan mereka perbuat terhadap saya. Saya tidak ‘bodoh’ karena tidak tahu apa yang sudah mereka perbuat terhadap saya, saya hanya berusaha menahan diri saya untuk tidak ‘mempermalukan’ dan menyakiti balik, karena saya tahu, tidak ada untungnya sama sekali dan memang tidak ada bagusnya. Saya memang menderita kerugian, tapi yah..sudahlah, ini bagian dari hidup, saya serahkan semua kepada Tuhan dan biarlah Tuhan yang mengambil alih atas semua ini.

Saya hanya berharap, jika ada kesempatan biarlah nanti kami sama-sama bertemu di penghujung hidup ini dan sama-sama mempertanggung jawabkan apa yang sudah kami lakukan. Hope…

Memaafkan, mengampuni bukanlah hal yang mudah. Tidak dengan mengucapkan “Aku memaafkanmu” lalu semuanya berakhir, karena luka yang disisakan masih akan berdarah jika ingatan akan penyebab luka ini masih ada dan tersisa disana. Menarik bukan ?. Itulah hidup. Ada jatuh dan bangun, ada ditipu dan balik menipu, ada menyakiti dan akan tersakiti, semuanya tidak ada akhir. Ketika semuanya sudah lelah, seperti kata salah satu sahabat saya, “semuanya kembali ke-pencipta” yang mengijinkan manusia untuk mengalami berbagai perasaan seperti ini.

Saya masih bisa dikatakan beruntung karena saya memiliki Tuhan yang sangat maha Kasih dan pemurah. Saya masih diberi kekuatan untuk bertahan dan merelakan semua ini terjadi pada saya. Jika saya ingat akan kejadian ini, saya mencoba meneladani Yesus ketika Ia tergantung di Kayu salib “Ampunilah mereka karena mereka tidak tahu apa yang mereka lakukan…” atau “ Ampunilah kami seperti kamipun mengampuni orang yang bersalah kepada kami..”. Saya belajar. Tentu saja, didalam prosesnya, saya mengalami jatuh bangun dan ketidaksempurnaan dimana-mana, tapi inilah hidup. Jika tidak ada hal ini, apakah masih bisa dibilang hidup ?.

Sobat, memaafkan memang adalah proses yang tidak mudah, tapi percayalah…itu adalah cara terbaik untuk membuat dunia ini menjadi lebih baik. Jika kita sudah tidak mampu, maka relakanlah…biarlah Dia yang maha Kuasa dan yang berkuasa untuk membalaskan yang mengambil alih.

Bagaimana denganmu kawan, bagaimana pengalaman memaafkanmu ? Semoga memberikan pelajaran tersendiri bagimu dan orang lain.

Salam semangat dan pengampunan.

Ayu Frani.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s