Tuhan, Ajarilah aku untuk meneladani sikapMu

Beberapa hari dalam minggu ini, Saya merasakan tekanan yang lumayan pada diri saya sebagai seorang Manusia. Cobaan tidak pernah lelah untuk menghajar saya dan saya tidak pernah lelah untuk bertahan dan mengatakan bahwa saya “mampu” dan saya bisa menghadapi ini semua dengan kuat dan percaya diri.

Mulai dari kepindahan saya ke tempat tinggal yang baru, yang rasanya menguras seluruh energi saya hingga saya harus menyerah juga dna jatuh sakit. Dilanjutkan dengan hubungan putus nyambung antara saya dan Laptop saya yang harus saya akhiri dengan merogoh kocek yang tidak sedikit dari uang tabungan saya. dan..saat ini, ketika saya harus berhadapan dengan nyeri haid yang memang sudah menjadi langganan saya setiap bulannya. Ditengah-tengah rintihan saya, ada teriakan kencang tugas kuliah saya yang minta segera diselesaikan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya.

Memang, tidak mudah.

Saya tidak memiliki tempat nyaman lain untuk mengadu, hanya pada Tuhan yang melihat apa yang saat ini terjadi pada saya. Saya lelah sekali dan rasanya saya hampir tidak sanggup. Tapi, Tuhan seakan berkata “Kamu mampu dan kamu bisa, selesaikan sampai akhir !”.

Menariknya, saya masih saja bertahan sampai saat ini. Saya pikir, mungkin saya sudah menyerah dan menerjunkan diri saya dari lantai 27 tempat tinggal saya.

Namun, disela-sela himpitan dan duri-duri kehidupan, saya belajar banyak nilai berharga tentang kehidupan. Saya belajar untuk sabar, percaya pada diri saya sendiri dan menjadi sahabat dengan diri saya sendiri. Saya bahkan belajar untuk memaafkan, bukan hanya orang lain, tapi juga diri saya sendiri. Saya masih belajar dan berproses menuju kesana. Saya memang masih dan harus belajar banyak dan bertahan.

Ketika masalah datang kepada saya, saya bersyukur karena saat itu, saya dapat melihat Yesus yang berada di Salib menatap saya. Saat itulah saya merasa bahwa, saya tidak sendiri. Saya pasti bisa dan Yesus akan menemani dan menuntun saya sampai akhir, ‘bersama-sama”. Saya tidak membutuhkan yang lainnya dan ajaibnya, entah sejak kapan, pandangan akan Yesus sebagai inti hidup saya semakin jelas hari demi hari.

Saya memiliki cinta akan Dia yang menderita di salib dan saya merasa ini adalah anugerah yang patut saya syukuri.Diakhir dari tulisan ini, saya tambahkan sedikit doa sederhana saya

“Ya Tuhan..anugerahilah aku sikap seperti Engkau yang sabar untuk menerima segala derita dan cobaan..dan lebih penting lagi, memandang kepada Surga ketika aku berada dalam derita dan luka “.

Selamat menikmati hari Kawan…

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s