Memecahkannya satu persatu

Saat ini saya teringat akan masa kecil saya, ketika saya menyaksikan bagaimana Ayah saya bekerja di halaman rumah kami untuk memindahkan batu-batu di depan rumah kami untuk dijadikan fondasi pembangunan rumah. Satu hal yang luput dari pemahaman saya saat itu adalah bahwa Ayah saya mengajarkan saya arti ‘ memecahkan masalah’ yang sebenarnya. Tulisan ini berniat ingin membagi cerita dan pengalaman berharga yang terkait dengan cara memecahkan masalah rumit yang bahkan nampak tidak ada jalan keluarnya.

Saya sangat terkesan dengan apa yang telah disampaikan oleh Albert Einstein ketika Ia masih muda, “Masalah ada karena ada pemecahan masalah dan juga sebaliknya”. Kata-kata ini spontan menjadi pemicu saya untuk melanjutkan perjuangan dan menguatkan langkah kaki demi menyelesaikan berbagai macam masalah yang ada dihadapan saya.

Saat ini, saya sedang dalam proses menyelesaikan laporan yang deathline-nya sudah ada didepan mata. Saya belajar dari Ayah saya bahwa memecahkan masalah dilakukan tidak secara sekaligus, karena tentu saja akan memerlukan lebih banyak sumber daya dan pastinya diiringi dengan stress yang amat sangat berat. Tapi, masalah haruslah diselesaikan satu persatu seperti ketika memecahkan batu-batu besar menjadi batu-batu kecil yang selanjutnya di angkat dan siap untuk dijadikan fondasi bangunan.

Saya juga belajar dari salah seorang blogger Amerika_Korea Jenn Kim yang mengajarkan saya untuk memecahkan tugas-tugas saya satu persatu dan membaginya untuk beberapa hari kedepan sambil memperhitungkan deathline yang ada.

Dengan membagi tugas berat seperti ini, masalah yang berat akan terasa ringan dan hidup tidak akan sangat sulit untuk dijalani. Menikmati hidup sambil tetap menjalankan usaha utama sebagai seorang pelajar, menjadi lumayan ringan dan menyenangkan. Alhasil, saya malah menjadi ketagihan untuk melakukan ‘research’ kecil-kecilan dan membiasakan diri saya setidaknya satu kali sehari untuk mengisi otak saya dengan sesuatu yang bermanfaat.

Komitmen adalah kunci penting disini. Seperti teladan yang diberikan oleh Ayah saya, saya belajar bahwa ketekunan, dan keuletan yang jika dijumlahkan menghasilkan komitmen, menjadikan Ayah saya berhasil membangun rumah untuk kami sekeluarga. Saya juga ingin menjadi seperti itu, saya juga ingin melakukan sesuatu yang dapat mengajarkan orang lain kebaikan dan semangat untuk membuat dunia lebih baik.

lalu, bagaimana dengan kamu ? Bagaimana kamu memecahkan masalah yang sudah ada didepan matamu ?. Silahkan bagikan.

Salam semangat.

Ayu Frani.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s