Pohon Natal bagi saya….

Beberapa waktu yang lalu, salah satu kenalan saya menandai saya dengan salah satu artikel yang dia kumpulkan terkait dengan pohon natal. Isinya adalah demikian…

SEJARAH KELAM (MISTERI) POHON NATAL

Bagi orang-orang yang tidak berkenan dengan pohon Natal, mengisahkan bahwa pada zaman dahulu bangsa Romawi menggunakan pohon cemara untuk perayaan Saturnalia, mereka menghiasinya dengan hiasan-hiasan kecil dan topeng-topeng kecil, karena pada tgl 25 Desember ini adalah hari kelahiran dewa matahari, Mithras, yang asal mulanya dari Dewa Matahari Iran yang kemudian dipuja di Roma. Demikian pula hari Minggu adalah hari untuk menyembah dewa matahari sesuai dari arti kata Zondag, Sunday atau Sonntag. Perlu diketahui juga bahwa dewa-dewa matahari lainnya, seperti Osiris, dewa matahari orang Mesir, dilahirkan pada tanggal 27 Desember. Demikian pula Dewa matahari Horus dan Apollo lahir pada tanggal 28 Desember.

Maka dari itu ada aliran-aliran gereja tertentu yang mengharamkan tradisi pohon Natal, sebab mereka menganggap ini sebagai pemujaan dewa matahari. Pemasangan pohon itu dianggap sebagai bentuk penyembahan berhala. Reaksi penolakan itu bahkan awalnya sempat diwarnai keputusan pemerintah Jerman untuk mendenda siapa pun yang memasang pohon cemara sebagai pohon Natal.

Dalam sejarah Kekaisaran Babilonia, Shem (Anak Nuh) membunuh Nimrod karena dia dan istri yang sekaligus ibunya yaitu Semiramis menyerahkan bayi-bayi kepada Dewa Molokh setiap 25 Desember selama titik balik Matahari di musim dingin dan juga saat titik terbit Matahari (Paskah) di musim semi saat paskah 25 Maret.

Saat Shem menemukan tubuh Nimrod, dia dan pengikutnya memotong-motong tubuhnya seperti memotong cabang pohon, dan mengirim bagian-bagian tuhuhnya ke setiap provinsi di tanah Shinar. Semiramis kemudian memerintahkan rakyat Babilonia untuk mengenangnya dengan cara pergi ke hutan dan menebang pohon sebagai perlambang “dipotongnya tubuh namrud deperti batang pohon”.

Sejak hari itu, (ketika tubuhnya Nimrod dipotong-potong dan disebar ke seluruh provinsi Shinar), Nimrod atau Ba’al di kenal sebagai “Dewa Pohon”.

Bangsa Druids dan Celtic melanjutkan pemujaan dewa pagan ini yang sekarang dipanggil sebagai “The Green Man” (Manusia Hijau), dengan pesta pora dihutan dengan mendirikan Pohon Natal.

Maka pohon Natal dan batangnya memiliki arti yang luar biasa, tapi bukan makna Alkitab. Batang pohon Natal adalah penis Nimrod yang mati an bola-bola sebagai testis, penguasa manusia Babel kuno, yang akhirnya didewakan sebagai penjelmaan matahari, dan karenanya sebagai dewa.

Pohon Natal adalah mistis Tammuz, dewa terbunuh yang hidup kembali

Alkitab Menuliskan kejadian diatas Sebagai Berikut :

Yeremia10:3-4 Sebab yang disegani bangsa-bangsa adalah kesia-siaan. Bukankah berhala itu pohon kayu yang ditebang orang dari hutan, yang dikerjakan dengan pahat oleh tangan tukang kayu? Orang memperindahnya dengan emas dan perak; orang memperkuatnya dengan paku dan palu, supaya jangan goyang.

Ulangan 12:2 Kamu harus memusnahkan sama sekali segala tempat, di mana bangsa-bangsa yang daerahnya kamu duduki itu beribadah kepada allah mereka, yakni di gunung-gunung yang tinggi, di bukit-bukit dan di bawah setiap pohon yang rimbun.

1 Raja-raja 14:23 Sebab merekapun juga mendirikan tempat-tempat pengorbanan dan tugu-tugu berhala dan tiang-tiang berhala di atas setiap bukit yang tinggi dan di bawah setiap pohon yang rimbun.

2 17:10 mereka mendirikan tugu-tugu berhala dan tiang-tiang berhala di atas setiap bukit yang tinggi dan di bawah setiap pohon yang rimbun;

Yeremi 3:6 TUHAN berfirman kepadaku dalam zaman raja Yosia: “Sudahkah engkau melihat apa yang dilakukan Israel, perempuan murtad itu, bagaimana dia naik ke atas setiap bukit yang menjulang dan pergi ke bawah setiap pohon yang rimbun untuk bersundal di sana?

Yeremia 3:13 Hanya akuilah kesalahanmu, bahwa engkau telah mendurhaka terhadap TUHAN, Allahmu, telah melampiaskan cinta berahimu kepada orang-orang asing di bawah setiap pohon yang rimbun, dan tidak mendengarkan suara-Ku, demikianlah firman TUHAN.”

Yesaya 57:5 hai orang-orang yang terbakar oleh hawa nafsu dekat pohon-pohon keramat, di bawah setiap pohon yang rimbun, hai orang-orang yang menyembelih anak-anak di lembah-lembah, di dalam celah-celah bukit batu.

Mari kita renungkan, apakah pohon natal itu ajaran Yesus Kristus ataukah ajaran orang2 Paganisme??smile emotikon

Sumber : https://www.facebook.com/ummi.lesamara/posts/1672121196403132.

Artikel ini sendiri sudah dibagikan sebanyak 23 kali dan dilike lebih dari 50 kali. Dan saya adalah orang yang sangat beruntung karena ikut ditandai didalam artikel ini.

Saya bersyukur, artikel ini mengajak saya untuk membuka Alkitab dan mempelajari ke’iman’an saya secara pribadi dan agak sedikit mendalam. Ini adalah kesempatan yang sangat menarik dan menyenangkan bagi saya pribadi. Saya tentu tidak akan menyia-nyiakannya.

Saya sendiri mencari sumber tersebut dan saya menemukannya di The Plain Truth About CHRISTMAS. Tidak berbeda jauh dari artikel yang dituliskan diatas. Sama-sama menitik beratkan pada “Pohon natal dan kebenarannya”.

Jujur saja, isu terkait dengan artikel ini, sungguh dan sangatlah sensitif. Karena tentu saja terkait dengan kepercayaan seseorang dan pelanggaran terhadap hal ini akan menimbulkan pelanggaran hak asasi manusia (saya harap tidak terjadi demikian).

Tulisan diatas aslinya berasal dari artikel yang diterbitkan di majalah The Plain Truth  oleh Herbert. W. Amstrong. Majalah ini pernah menjadi majalah yang sangat laku keras di pasaran. Sayangnya, majalah ini sudah tidak diterbitkan lagi karena beberapa masalah.

Singkat cerita, artikel di atas ingin menunjukkan bahwa pohon natal memiliki sejarah kelam dan arti yang sangat tidak baik dan tidak pantas untuk dilanjutkan hingga sekarang. dan penulis menyarankan untuk tidak melanjutkan lagi. Okay, sejauh ini saya tidak terlalu terkejut. Saya bahkan pernah mendapatkan artikel yang lebih heboh lagi dari pada ini.

Saya bukanlah orang yang sangat rajin untuk membahas satu persatu terkait dengan masalah pohon natal ini karena sudah banyak orang diluar sana yang dengan gigihnya menuliskan tentang pohon natal menurut ajaran gereja. disini, saya hanya menuliskan apa yang menjadi pandangan dan pendapat saya secara pribadi. Tentu saja saya tidak berniat mempengaruhi atau bahkan menyulut hal yang tidak-tidak. Saya hanya ingin berbicara, karena ini juga bagian dari hak asasi yang dilindungi dan diakui oleh dunia. Menarik bukan.

Saya, secara pribadi tidak memungkiri bahwa entah itu benar atau tidak sejarah terkait dengan kebendaan ‘pohon natal’,tapi bagi saya bukanlah itu yang menjadi pokok pikiran yang penting dan hal yang sangat ingin saya tekankan disini. Saya termasuk orang yang tidak terlalu menyukai hiasan atau ornamen yang berbau natal, bukannya tidak penting, tapi saya berusaha untuk menghemat uang disini (hahaha..).

Bagi saya pribadi, Pohon Natal melambangkan Kristus yang hidup dan hadir dalam setiap masa dalam hidup saya.

Mengapa saya bisa sampai pada kalimat ini,..ceritanya sangat panjang dan saya yakin tidak ada yang mau membaca hal ini panjang-panjang. Kecuali saya yang dengan nyamannya menulis disini. Saya tidak memerlukan dukungan atas apa yang saya percayai disini, saya hanya ingin menyampaikan apa yang saya hasilkan dari produksi ‘permenungan’ saya dalam masa-masa sulit hidup ini. Saya juga bukanlah seorang biarawati yang sangat religius untuk memaparkan semuanya satu demi satu…hummm..saya rasa tidak.

Selanjutnya adalah terkait dengan kutipan ayat Alkitab. Wah..saya benar-benar terkesan, penulis bisa mengutip ayat dari kitab-kitab yang berbeda dan menggabungkannya menjadi satu pengertian yang mantap. Entahlah…tapi saya agak keberatan dengan penggunaan ayat ini untuk kepentingan menguatkan artikel tersebut diatas. Satu kalimat saja, “agak memaksakan”. Tapi, ya…sudahlah…tidak apa-apa. Setiap orang berhak untuk berpendapat dan mengeluarkan idenya.

Masih terkait dengan ayat-ayat diatas, saya dan hati saya saat ini mengatakan ‘menolak’ terjemahan yang disampaikan oleh penulis. Kenapa ?. Simple-nya, karena antara satu dengan yang lainnya tidak sejalan. Sungguh…Habis cerita.

Dari apa yang saya temukan, saya belajar untuk memahami bahwa BIJAK BERPIKIR dan MENGAMBIL KEPUTUSAN itu sangatlah penting. Begitu banyak informasi disekitar kita, informasi ini dapat membentuk kita menjadi sesuatu yang diinginkan oleh si pemberi informasi, masalahnya adalah, apakah kita mengijinkan hal itu terjadi ?. Jawabannya kembali pada kita masing-masing.

Terkait informasi, sejak jaman saya SD dulu, saya sudah diingatkan bahwa setiap budaya atau informasi yang saya dapatkan harus saya ‘saring’ sebaik-baiknya, yang baiknya di ambil dan diamalkan dan yang jelek di buang jauh-jauh. Kalau bisa, gunakan informasi negatif ini untuk menciptakan informasi positif yang nantinya bermanfaat bagi diri sendiri dan bagi orang lain. Bagaimana dengan ini ?

Mengambil keputusan, terkait dengan bagaimana saya harus “menjawab” pertanyaan dan tantangan yang berada didalam area sangat sensitif ini. Saya sungguh berusaha hati-hati agar tidak menyinggung si penulis dan juga para pembacanya. Kata guru saya, itulah ‘ciri’ dari seorang yang sudah dewasa. Bagaimana ?. Saya sedikit terharu dibuatnya..

Humm…saya rasa demikian saja apa yang ingin saya sampaikan. Semoga ini tidak menimbulkan rasa bosan kepada mereka yang membacanya dan juga kepada saya yang menulis ini semua.

Salam berbahagia..

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s