Berdamai dengan luka akibat “penolakan”

rejection-ignore-no-ss-1920

Mungkin terdengar sangat tidak mungkin ketika saya mengatakan bahwa ‘penolakan’ adalah awal dari gangguan kejiwaan. Pada kenyataannya, Ya. Guy Winch dalam artikelnya 10 Surprising Facts About Rejection, menunjukkan bukti yang cukup terkait dengan dampak negatif dari ‘penolakan’.

Banyak sekali bentuk dan jenis dari penolakan. Mungkin dimulai dari hal-hal kecil seperti menolak untuk makan pagi atau banyak hal-hal lainnya. Ketika penolakan terjadi, maka ada dua pihak yang sangat berperan disini, mereka adalah pihak yang ditolak dan pihak yang memberi tawaran. Pihak yang akan sangat terluka disini adalah mereka yang menjadi pihak yang ditolak. Sakit benar rasanya, mungkin bisa diibaratkan seperti itu.

Saya mengenal dekat seorang wanita yang tidak bisa sembuh dari rasa ditolak hingga beberapa tahun lamanya. Dalam kasus wanita ini, hal yang paling berat adalah memaafkan dirinya sendiri karena terus membiarkan harga dirinya diinjak-injak akibat dari penolakan yang ia terima. Ia menyiksa dirinya sendiri dengan membawa terus kemanapun ia pergi, perasaan penolakan yang ia alama beberapa waktu silam. Menyedihkan bila harus mengingat tentang sahabat saya ini. Jiwanya terluka sangat dalam dan ia harus mengemis untuk meminta obat untuk luka dijiwanya ini.

Saya juga merupakan salah satu orang yang menderita karena ‘penolakan’ yang beberapa waktu silam saya alami. Memang, tanpa saya sadari luka di jiwa saya hampir saja menjadi sangat kronis. Untung saja, saya mendapatkan banyak back-up yang membantu saya untuk sembuh dari luka ini. Tidak dalam waktu instan, saya memerlukan waktu yang lebih lama dari kesembuhan fisik dan saya mengawalinya dengan memaafkan diri saya sendiri dan selanjutnya berdamai dengan orang yang pernah membuat saya berada diposisi yang tidak menyenangkan.

Dapat disimpulkan bahwa penolakan adalah salah satu sebab awal dari gejala kerusakan jiwa, penanganan yang tepat dan segera akan membantu mengurangi rasa sakit berkelanjutan. Penanganan bisa dimulai dengan memaafkan diri sendiri dan selanjutnya berdamai dengan orang atau situasi dimana ‘penolakan’ tersebut berawal.

Cintai diri sendiri kawan, lindungi dari luka dan scar yang tidak perlu.

Salam dan doa

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s