Catatan kusut seorang peziarah

Akhir-akhir ini, saya sedang dilanda berbagai tekanan yang luar biasa. Saya tidak tahu apakah saya akan bertahan ataukah hancur di jalan. Saya tidak memiliki jawaban yang saya harapkan dan saya sedang tidak berada di tempat yang saya inginkan.

Saya dilanda oleh berbagai pikiran negatif dan saya berjuang keras dan sekeras-kerasnya untuk melawan dan bertahan. Saya tidak ingin menyerah hanya pada beberapa pikiran negatif saya yang sangat bisa saya cegah menjadi kenyataan.

Saya berusaha agar saya sendiri tidak menjadi kaget atas apa yang akan terjadi dan saya berusaha untuk meminimalkan kesakitan dan luka yang mungkin saja bisa dan dapat saya alami di masa yang akan datang. Meskipun pada saat ini, saya dilanda oleh sakit hati, kekecewaan dan luka yang tidak tahu kapan akan sembuh. Kesimpulannya, Saya sedang sakit jiwa.

Heran sungguh ketika saya menyadari, memang jiwa saya sedang terluka dengan begitu dalamnya. Saya tidak mendapatkan apa yang saya harapkan dan saya membiarkan diri saya tenggelam dalam kegelapan jiwa yang hanya saya saja yang mengerti kedalamannya. Saya sudah berteriak dalam diam dan hening tapi saya tidak mendapatkan jawaban yang saya harapkan. Saya tahu, jiwa saya kering dan saya tahu musim kemarau hebat sedang melanda jiwa saya.

Pikiran saya kacau, niatan saya adalah niatan jahat dan saya tidak bisa berhenti untuk memaki didalam pikiran saya sendiri. Akankah saya berakhir pada tempat yang bernama rumah sakit jiwa ketika saya benar-benar lelah dan tidak dapat bertahan lagi?. Saya merasa, saya sudah kehilangan semua harapan yang saya percaya ada disana pada suatu waktu yang lampau.

Dengan terus melanjutkan keadaan ini, saya terkungkung dan terikat pada ikatan yang tidak akan pernah bisa saya lepaskan, ikatan kebencian dan kegelapan. Saya hanya akan menjadi santapan malam dan sahabat para orang yang sakit hati.
Saya…yang akan berakhir pada satu titik, dimana saya tidak akan bisa melakukan apa-apa selain menatap kosong dan hilang.

Saya dan jiwa saya yang terpecah-pecah. Saya dan rasa sepi dan kosong yang menyiksa.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s