Kaos kaki merah yang berlobang

Saya teringat dengan sebuah pengalaman yang pernah saya jalani selama saya berada di bangku sekolah dasar. Saya bukanlah seorang anak yang lahir dari sebuah keluarga kaya, tapi hidup saya selalu berkecukupan dan Puji Tuhan sampai saat ini pun demikian. Kami memang tidak memiliki banyak uang seperti keluarga lain, tapi kami bahagia sebagai keluarga kecil. Saya bersyukur karena hal yang luar biasa ini.

Saat itu, saya masih duduk di bangku kelas 5 SD. Saya bersekolah disebuah sekolah dasar kecil yang terletak di sebuah desa. Jumlah kami saat itu tidaklah banyak, teman-teman saya berasal dari satu desa saja, tidak banyak yang datang dari desa lain. Saya lupa berapa tepatnya jumlah kami saat itu. Rata-rata pekerjaan keluarga adalah menyedap karet dan menjual hasil hutan, saat itu hasil hutan adalah sumber utama dari pemasukan keluarga.

Saya memiliki sebuah sepatu, berwarna hitam yang saya gunakan untuk berangkat ke sekolah. Seperti halnya sepatu, saya juga memiliki sepasang kaus kaki yang saya ingat betul berwarna merah. Saat itu, disekolah tidak ada peraturan untuk menggunakan kaos kaki yang berwarna ‘putih’ seperti yang kebanyakan dilakukan dan diberlakukan oleh sekolah-sekolah saat ini. Saya ingat betul betapa saya sangat menyayangi dan menyukai kaos kaki ini. Saya gunakan hampir setiap hari dengan tidak lupa dicuci. Hingga suatu hari, lobanglah kaos kaki ini. Tapi, karena saya yang masih sangat menyayanginya, saya tetap mengenakannya, sampai-sampai kaki saya lecet dan bergelembung. Saya ingat untuk tidak memberitahukan hal ini kepada orang tua saya. Meskipun saya masih kecil, saya ingat betul betapa susahnya kedua orang tua saya mengais rejeki dan mencari uang ditengah masa-masa sulit kami.

Saya tidak ingin kehilangan kaos kaki ini, sehingga saya memutar otak untuk menyelamatkannya. Saya ambil jarum jahit dan saya jahit lobang-lobang ini dan bump, kaos kaki ini kembali hidup dan dapat digunakan seperti layaknya masih baru. Saya sangat gembira dan sangat bersyukur karena dapat menemukan solusi untuk menyelamatkan kaos kaki ini. Saya dengan sangat bersemangat, menggunakan kaos kaki ini, hingga akhirnya kaos kaki inipun tidak dapat bertahan lebih lama lagi. Kaos kaki inipun menamatkan riwayatnya. Saya dengan berat hati harus merelakan dan membuangnya ke tempat sampah. Ibu saya dengan baik hati menggantinya dengan yang baru. Meskipun demikian, kaos kaki merah saya tetaplah yang terbaik.

Dari pengalaman ini, saya belajar arti dan makna ‘kesetiaan’, ‘kemiskinan’, ‘kreatifitas’. Saya yang saat itu masih sangat muda belia belajar untuk menjaga apa yang berharga bagi anak miskin seperti saya. Pengalaman ini menjadi penuntun saya ketika saya beranjak dewasa dan dikelilingi oleh banyaknya permasalahan dan intrik di dunia. Saya sangat berterima kasih pada kaos kaki merah lobang saya yang mengantar saya untuk menyelesaikan pendidikan dasar saya. Tanpa dia, siapakah saya.

Jika kita melihat kebelakang, banyak sekali pengalaman hidup yang menyimpan begitu banyak palajaran dan kebijaksanaan. Syukur adalah sikap yang kemudian muncul dan hadir setelah dengan sabar memutar kembali kaset lama dari perjalanan panjang hidup ini.

Ini ceritaku, Apa ceritamu kawan ?

Salam dan doa.

Note: Gambar diatas tidak sesuai dengan judul, seharusnya saya mencari gambar kaos kaki merah. Maaf…tapi saya sengaja melakukannya. Hee

Iklan

4 thoughts on “Kaos kaki merah yang berlobang”

  1. Mar, kisahmu mengingatkanku pada kisah-kisahku dulu 😦 kita pernah berada diposisi yang sama kok. Tapi Puji Tuhan karena semua itu sekarang kita bisa tumbuh lebih menghargai hal-hal kecil disekeliling kita. Bukankah karena jasa si kaos kaki merah itu kau sekarang sudah berada dilevel yang lebih tinggi 🙂 Semangat terus teman 🙂
    PS: Pengen baca semua tulisanmu tapi besok harus ikut seminar 😦 kunjungan berikutnya aku ubek-ubek yah haha

    Suka

  2. Hi, Lan…terima kasih karena sudah mampir. Senang deh punya teman yang suka nge-blog juga. Wah, ternyata punya pengalaman yang sama ya? hahahaha…benar Lan, dari situ aku banyak belajar tentang menghargai hal-hal kecil dan menghargai apapun yang aku sebut ‘milik’. hahaha…ini semua berkat Ijin dari Tuhan makanya bisa merasakan sampai sejauh ini.
    Terima kaish lan…aku juga senang banget ngobok-ngobok blog mu…hahahaha

    Disukai oleh 1 orang

  3. aku juga dibesarkan dr masa yg sulit krna itu aku tau org-org yg pernah berada diposisi yg sama pasti bisa menghargai hal-hal “kecil” dlm hidupnya.
    Sama-sama Mar, haha itulah kenapa kita dikategorikan mrka agak “aneh” karna hobby yg juga tdk biasa 😀

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s