Belajar dari mesin pendingan yang tidak berfungsi

Beberapa hari ini, mesin pendingan di kamar tidur asrama saya tidak difungsikan. Ya, saya tinggal di sebuah asrama putri dengan fasilitas mesin pendingan yang akan diaktifkan dari pukul 5 sore hingga pukul 5.30 pagi. Namun, akhir-akhir ini dikarenakan jumlah penghuni asrama yang sedikit dikarenakan libur semester, maka pihak manajemen asrama memberi kebijakan untuk mematikan mesin pendingan dan menggantinya dengan kipas angin. Alhasih, saya dan rekan sekamar saya membuka jendela kamar kami (kami tinggal dilantai dua) dan menghidupkan kipas angin.

Sebelum pindah ke asrama, saya memang sudah terbiasa hidup dan tinggal dengan kipas angin. Bukan kipas angin dengan ukuran yang besar, hanya kipas angin kecil yang biasanya diletakkan Paman supir angkot di depan kemudi untuk mengurangi rasa panas saat menyetir. Bukan hanya itu saja, saya bahkan tinggal di kamar tidur yang kecil dan sangat panas, berdinding papan tipis dan hampir tidak ada ventilasi. Tapi, saya bahagia saja dan tidak banyak mengeluh.

Semenjak saya pindah ke asrama putri yang baru, saya merasakan peningkatan rasa nyaman dan saya menjadi sedikit sombong dengan keadaan yang saya alami. Saya sedikit memprotes sikap manajemen asrama kerena tidak menghidupkan mesin pendingan kamar dan menyalahkan keadaan yang saya alami.

Dari peristiwa ini, saya belajar bahwa, sesungguhnya tidak ada yang abadi dan merupakan sebuah ‘kemurahan’ dari Tuhan ketika saya diijinkan memiliki sesuatu atau merasakan sesuatu yang nyaman. Tuhanlah yang memberikan saya semuanya dan hanya Dialah yang berhak mengambilnya kembali. Apakah saya berhak marah?, apakah saya merasa di PHP (diberikan harapan palsu)?. Jawabannya, Tidak. Kenapa?. Karena saya tidak memiliki hak atas apa yang ada didunia ini dan apa yang saya miliki. Bahkan nafas saya saat inipun adalah pemberian cuma-cuma dari kebaikan Tuhan.

Hidup, memang nampak sangat keras dan tidak adil. Tapi, ketika kita memikirkan bahwa semuanya terjadi karena kehendak Ilahi dan merupakan sebuah bagian dari rencana agung yang Ilahi. Saya percaya, semuanya akan memberikan nilai sendiri.

Ini kisahku, apa kisahmu kawan ?

Salam dan doa

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s